hainews.co.id – Masalah pencernaan pada anak ternyata tidak hanya berdampak pada kondisi fisik si kecil, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan mental orangtua, terutama ibu. Kekhawatiran yang muncul akibat gejala yang dialami anak kerap membuat orangtua merasa cemas hingga mengalami stres berlebihan.
Medical & Scientific Affairs Director Danone Indonesia, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, mengungkapkan bahwa gangguan pencernaan menjadi salah satu alasan utama orangtua membawa anak ke dokter.
“Masalah sistem pencernaan adalah salah satu kondisi yang membuat orangtua datang secepat mungkin ke dokter anak. Kondisi ini juga bisa menimbulkan stres,” ujar Ray dalam Diskusi Media Monitor Kesehatan Pencernaan Anak dengan Bebeclub AI Poop Tracker, Kamis (2/4/2026).
Gangguan Pencernaan Picu Stres Berlipat
Menurut Ray, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa gangguan pada saluran cerna anak dapat meningkatkan tingkat stres orangtua secara signifikan. Kondisi seperti diare maupun konstipasi bahkan disebut dapat membuat tingkat stres meningkat hingga dua kali lipat.
Stres yang dialami orangtua tidak hanya berupa rasa khawatir biasa. Dalam beberapa kasus, kondisi ini dapat berkembang menjadi kecemasan berlebihan hingga depresi.
“Stresnya bisa dalam bentuk cemas, bahkan ada beberapa kasus yang sampai depresi,” jelasnya.
Hal ini menunjukkan adanya keterkaitan erat antara kesehatan anak dan kondisi psikologis orangtua. Terlebih, gejala gangguan pencernaan sering kali membuat orangtua khususnya ibu menjadi lebih sensitif terhadap perubahan kecil, seperti pola buang air besar atau tanda awal gangguan pencernaan lainnya.
Jika tidak dikelola dengan baik, kekhawatiran tersebut dapat berdampak lebih luas pada dinamika keluarga.
Pentingnya Parental Reassurance
Dalam menangani kondisi ini, Ray menekankan pentingnya pendekatan yang dikenal sebagai parental reassurance, yaitu upaya menenangkan orangtua.
“Langkah pertama adalah meyakinkan orangtua, khususnya ibu, bahwa kondisi ini belum tentu menjadi masalah serius,” ujarnya.
Memberikan rasa tenang dinilai sebagai tahap awal yang penting sebelum melakukan penanganan lebih lanjut pada anak. Selain itu, edukasi juga memegang peranan besar dalam membantu orangtua memahami kondisi yang dialami anak.
Edukasi yang tepat dapat membantu orangtua mengenali gejala awal serta memahami bahwa beberapa gangguan pencernaan merupakan kondisi yang umum terjadi dan bisa berulang.
Gangguan Pencernaan pada Anak Bisa Berulang
Ray menjelaskan bahwa gangguan pencernaan pada anak, khususnya balita, merupakan hal yang wajar dan cenderung berulang.
“Anak di bawah usia lima tahun bisa mengalami gangguan pencernaan berulang sekitar tiga hingga tujuh kali dalam sebulan,” tuturnya.
Dengan pemahaman tersebut, diharapkan orangtua tidak mudah panik saat anak mengalami gejala serupa. Pendekatan yang tepat, didukung dengan edukasi yang memadai, dapat membantu orangtua mengelola stres sekaligus memastikan anak mendapatkan penanganan yang sesuai.


Tinggalkan Balasan