Puncak gunung ini tidak terlihat meruncing dan mirip seperti perisai atau tameng. Gunung ini tercipta karena magma yang keluar saat erupsi bersifat sangat encer.

Sehingga lava pijar dapat mengalir dan menyebar di wilayah yang luas. Sifat erupsi Mauna Loa adalah efusif karena letak dapur magmanya dangkal dan tekanan gas magmatiknya tidak terlalu kuat.

Namun ada bukti geologi yang memperlihatkan Mauna Loa pun pernah mengalami letusan eksplosif dalam 1.000 hingga 300 tahun terakhir.

Ahli geologi menemukan beberapa batuan super besar berdiameter 2,2 m dan beratnya lebih dari 17.000 kg di empat lokasi. Menurut ahli, 4 situs ini mewakili tiga letusan eksplosif yang terpisah.