hainews.co.id – Laporan terbaru Global Peace Index (GPI) 2026 kembali merilis daftar 20 negara paling damai di dunia. Hasil pemeringkatan tersebut turut diulas oleh media perjalanan Time Out pada 24 Juni 2026, dengan menyoroti negara-negara yang memiliki tingkat keamanan, stabilitas politik, dan minim konflik.

Dalam laporan tahun ini, Islandia kembali mempertahankan posisinya sebagai negara paling damai di dunia. Negara Nordik tersebut menempati peringkat pertama selama 19 tahun berturut-turut.

Di posisi kedua terdapat Selandia Baru, disusul Swiss, Slovenia, dan Irlandia yang melengkapi lima besar negara paling damai di dunia.

Dari kawasan Asia, Singapura dan Jepang berhasil menembus 10 besar dunia. Singapura menjadi negara paling damai di Asia Tenggara dengan menempati peringkat kedelapan, sementara Jepang berada di posisi ke-10 berkat tingkat keamanan yang tinggi serta rendahnya konflik domestik.

Selain Singapura, Malaysia juga masuk dalam daftar dengan menempati peringkat ke-12 dunia. Pencapaian tersebut menunjukkan kawasan Asia Tenggara semakin diperhitungkan dalam aspek keamanan, stabilitas sosial, dan perdamaian.

Daftar 20 Negara Paling Damai di Dunia 2026

Berdasarkan Global Peace Index 2026, berikut daftar 20 negara paling damai di dunia:

  1. Islandia
  2. Selandia Baru
  3. Swiss
  4. Slovenia
  5. Irlandia
  6. Austria
  7. Portugal
  8. Singapura
  9. Finlandia
  10. Jepang
  11. Denmark
  12. Malaysia
  13. Ceko
  14. Kanada
  15. Hungaria
  16. Bhutan
  17. Belanda
  18. Mauritius
  19. Latvia
  20. Australia

Indikator Penilaian Global Peace Index

Global Peace Index menyusun peringkat berdasarkan tiga indikator utama, yaitu tingkat konflik internal dan eksternal, keamanan serta stabilitas sosial, dan tingkat militerisasi suatu negara.

Melalui indikator tersebut, GPI memberikan gambaran mengenai kemampuan sebuah negara dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan stabilitas bagi masyarakatnya.

Meski sejumlah negara dengan tingkat perdamaian tinggi berhasil mempertahankan posisinya, laporan GPI 2026 juga mencatat bahwa kondisi perdamaian global secara umum masih mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Faktor yang memengaruhi tren tersebut antara lain meningkatnya ketegangan geopolitik, konflik regional, serta penguatan militer di berbagai negara.

Di tengah dinamika tersebut, negara-negara yang masuk dalam daftar 20 besar dinilai tetap mampu menjaga stabilitas politik, keamanan, dan kondisi sosial yang kondusif.