hainews.co.id – Kebakaran hutan yang melanda kawasan Blok Bantengan, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), sejak Senin (3/8/2026) memaksa pengelola menutup sementara tiga pintu masuk utama menuju Gunung Bromo. Dampaknya, wisatawan kini harus menggunakan jalur alternatif yang lebih jauh, sementara pelaku usaha wisata mulai mempertimbangkan kenaikan tarif perjalanan hingga 20 persen.
Penutupan diberlakukan pada akses Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang, serta jalur Senduro di Kabupaten Lumajang. Kebijakan tersebut diambil untuk mendukung proses pemadaman kebakaran sekaligus menjamin keselamatan wisatawan yang berkunjung ke kawasan konservasi tersebut.
Balai Besar TNBTS mengarahkan seluruh kunjungan wisata sementara dialihkan melalui pintu masuk di Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Pasuruan. Meski objek wisata Gunung Bromo tetap dibuka, perubahan jalur membuat waktu tempuh dan biaya operasional perjalanan meningkat.
Pemilik jasa penyewaan jip wisata Bromo, Muhammad Nizar Aditya, mengatakan pihaknya telah menghubungi pelanggan untuk menginformasikan perubahan akses menuju kawasan wisata. Menurutnya, hingga saat ini tarif perjalanan masih diberlakukan seperti biasa, namun kondisi tersebut bisa berubah apabila penutupan berlangsung lebih lama.
“Kami masih mempertahankan tarif yang berlaku, tetapi jika akses Jemplang belum dibuka dalam waktu dekat, penyesuaian tarif kemungkinan harus dilakukan karena biaya operasional ikut meningkat,” ujarnya.
Pelaku usaha memperkirakan kenaikan tarif perjalanan dapat mencapai 10 hingga 20 persen. Penyesuaian tersebut dipengaruhi oleh bertambahnya jarak tempuh kendaraan, konsumsi bahan bakar, serta durasi perjalanan yang lebih panjang dibandingkan rute normal melalui Jemplang.
Selain berdampak pada biaya perjalanan, perubahan akses juga memengaruhi pola operasional penyedia jasa wisata yang harus menyesuaikan jadwal keberangkatan dan rute layanan. Meski demikian, para operator tetap berkomitmen memberikan pelayanan kepada wisatawan selama kawasan Bromo masih dapat diakses melalui jalur alternatif.
Sementara itu, petugas gabungan terus berupaya memadamkan api di kawasan Blok Bantengan agar kebakaran tidak meluas ke area lain di TNBTS. Pengelola taman nasional juga mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk mematuhi seluruh kebijakan penutupan demi keselamatan bersama serta kelancaran proses penanganan kebakaran.
Balai Besar TNBTS akan terus melakukan evaluasi terhadap kondisi di lapangan sebelum memutuskan pembukaan kembali jalur Jemplang, Coban Trisula, dan Senduro. Wisatawan diimbau untuk memantau informasi resmi terkait akses menuju Gunung Bromo sebelum melakukan perjalanan agar dapat menyesuaikan rencana kunjungan.


Tinggalkan Balasan