hainews.co.id – Ketika seseorang sedang dihadapkan pada pilihan tentang jodoh, tidak jarang muncul rasa ragu dan bimbang. Menentukan pasangan hidup memang bukan perkara sederhana, karena keputusan tersebut akan berkaitan dengan kehidupan rumah tangga dalam jangka panjang. Dalam keadaan seperti ini, seorang Muslim dapat memohon petunjuk kepada Allah melalui doa dan shalat istikharah agar diberikan pilihan yang terbaik.

Dalam memilih calon pasangan, Islam juga mengajarkan agar seseorang tidak hanya melihat penampilan, harta, kedudukan, atau latar belakang keluarga. Hal yang tidak kalah penting adalah agama, akhlak, dan ketakwaannya kepada Allah. Seseorang yang memiliki agama dan akhlak yang baik diharapkan dapat menjadi pasangan yang saling mendukung dalam menjalani kehidupan rumah tangga.

Masyarakat Jawa sendiri mengenal istilah bibit, bebet, bobot sebagai beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih pasangan. Dalam Islam, pertimbangan semacam ini juga dapat dilakukan selama tidak mengesampingkan nilai-nilai agama. Karena itu, apabila setelah mempertimbangkan berbagai hal seseorang masih merasa bimbang dalam menentukan pilihan, memohon petunjuk kepada Allah melalui istikharah dapat menjadi salah satu ikhtiar yang dilakukan.

Dikutip dari tulisan Ustadz Muhammad Aiz Luthfi, Pengajar di Pesantren Al-Mukhtariyyah Al-Karimiyyah Subang, Jawa Barat, yang dimuat di NU Online, Imam Ath-Thabrani dalam Kitabud Du‘a (Beirut, Darul Kutubil Ilmiyah: 1413 H/390) meriwayatkan sebuah doa yang dapat diamalkan oleh seseorang yang sedang memohon kepada Allah agar diberikan jodoh yang terbaik.

Sebelum membaca doa tersebut, terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan terlebih dahulu. Di antaranya adalah:

  • Menyucikan diri dengan berwudu secara sempurna.
  • Melaksanakan shalat.
  • Memuji Allah, misalnya dengan mengucapkan Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin atau pujian lainnya.

Setelah melakukan langkah-langkah tersebut, seseorang dapat berdoa kepada Allah dengan penuh keikhlasan dan kekhusyukan. Doa yang disebutkan dalam riwayat tersebut memiliki lafaz yang berbeda untuk laki-laki dan perempuan, sesuai dengan calon pasangan yang dimaksud.

Doa seorang laki-laki untuk calon istrinya

اَللّٰهُمَّ أَنْتَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلَّامُ الغُيُوْبِ، اَللّٰهُمَّ إِنْ كَانَ لِي فِي فُلَانَةْ خَيْرٌ (وَسَمِّهَا بِاسْمِهَا) فِي دِيْنِي وَدُنْيَايَ وَآخِرَتِي فَاقْدِرْهَا لِي وَإِنْ كَانَ غَيْرُهَا خَيْرًا لِي فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَآخِرَتِي فَاقْضِ لِي بِهَا وَقَدِّرْهَا لِي

Allâḫumma anta taqdîru wa lâ aqdiru wa ta‘lamu wa lâ a‘lamu wa anta ‘allâmul ghuyûb, Allâhumma in kâna lî fî fulânah (sebutkan nama calon istri) khairun fî dînî wa dunyâya wa âkhiratî faqdirhâ lî wa in kâna ghairahâ khairal lî fî dînî wa dunyâya wa âkhiratî faqdli lî bihâ wa qaddirhâ lî

Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Kuasa sedangkan aku tidak berkuasa, Engkau Maha Mengetahui sedangkan aku tidak mengetahui, dan Engkau Maha Mengetahui sesuatu yang gaib. Ya Allah, jika ada kebaikan pada diri si Fulanah (sebutkan nama calon istri) untukku, agamaku, duniaku, dan akhiratku, maka takdirkanlah dia untukku, namun jika memang ada orang lain yang lebih baik untukku, agamaku, duniaku, dan akiratku, maka tunaikanlah dan takdirkanlah dia untukku.”

Doa seorang perempuan untuk calon suaminya

اَللّٰهُمَّ أَنْتَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلَّامُ الغُيُوْبِ، اَللّٰهُمَّ إِنْ كَانَ لِي فِي فُلَانٍ خَيْرٌ (وَسَمِّهِ بِاسْمِهِ) فِي دِيْنِي وَدُنْيَايَ وَآخِرَتِي فَاقْدِرْهُ لِي وَإِنْ كَانَ غَيْرُهُ خَيْرًا لِي فِي دِيْنِي وَدُنْيَايَ وَآخِرَتِي فَاقْضِ لِي بِهِ وَقَدِّرْهُ لِي

Allâḫumma anta taqdîru wa lâ aqdiru wa ta‘lamu wa lâ a‘lamu wa anta ‘allâmul ghuyûb, Allâhumma in kâna lî fî fulân (sebutkan namanya) khairun fî dînî wa dunyâya wa âkhiratî faqdirhu lî wa in kâna ghairuhu khairal lî fî dînî wa dunyâya wa âkhiratî faqdli lî bihi wa qaddirhu lî.

Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Kuasa sedangkan aku tidak berkuasa, Engkau Maha Mengetahui sedangkan aku tidak mengetahui, dan Engkau Maha Mengetahui sesuatu yang gaib. Ya Allah, jika ada kebaikan pada diri si Fulan (sebutkan nama calon suami) untukku, agamaku, duniaku, dan akhiratku, maka takdirkanlah dia untukku, namun jika memang ada orang lain yang lebih baik untukku, agamaku, duniaku, dan akiratku, maka tunaikanlah dan takdirkanlah dia untukku.”

Doa tersebut mengandung permohonan agar Allah memberikan pasangan yang membawa kebaikan bagi agama, kehidupan dunia, dan akhirat. Pada akhirnya, manusia tidak mengetahui seluruh perkara yang akan terjadi di masa depan, sedangkan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Karena itu, selain melakukan ikhtiar dalam mencari pasangan, seorang Muslim dapat memohon kepada Allah agar diberikan pilihan yang terbaik dan dijauhkan dari sesuatu yang tidak baik baginya. Telusuri amalan dengan mengujungi Istikharah Online.

Semoga Allah memberikan jodoh yang baik, pasangan yang membawa ketenangan, serta rumah tangga yang dipenuhi keberkahan. Semoga setiap ikhtiar dan doa yang dipanjatkan mendapat jalan terbaik dari Allah. Aamiin.