Video berdurasi 11 detik itu memperlihatkan seorang anak perempuan yang terduduk menangis setelah terjaring sedang bermain roleplay oleh ayahnya.

Bocah tersebut masih berstatus sebagai siswa Sekolah Dasar (SD) namun ternyata sudah sering bermain roleplay di platform media sosial tersebut.

Ia memasang foto seorang wanita remaja pada akunnya dan melakukan roleplay bersama pengguna TikTok lain yang tidak dikenalnya.

Bahkan, akunnya tersebut telah memiliki lebih dari 20 ribu pengikut.

Kejadian ini menarik perhatian dari seorang psikiater, Dr. Lahargo Kembaren, SpKJ.

Ia mengungkapkan bahwa roleplay yang dilakukan di media sosial dapat memicu gangguan psikologis pada anak.

“Sebagai contoh, dalam permainan roleplay tersebut, pembentukan identitas diri anak menjadi rusak karena seharusnya sesuai dengan norma dan nilai-nilai yang benar, namun menjadi kacau dan menimbulkan kebingungan terhadap masalah psikologisnya,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa roleplay di media sosial dapat memicu kondisi psikotik dan delusi pada anak.