Akibatnya, anak kesulitan membedakan antara realitas dan imajinasi.

Semakin berkembangnya roleplay, terutama di kalangan anak-anak, dapat memberikan dampak negatif, antara lain:

1. Pelecehan dan eksploitasi.

2. Kehilangan identitas diri.

3. Penyalahgunaan waktu dan kurangnya aktivitas fisik.

4. Gangguan emosional dan mental.

5. Ketergantungan dan isolasi sosial.

Dalam menghadapi fenomena roleplay di media sosial, peran orangtua dan pengawasan yang baik sangat penting.

Orangtua perlu membimbing anak-anak dalam menggunakan media sosial dengan bijak dan memahami batasan-batasan yang seharusnya ada.

Dalam kesimpulannya, roleplay atau bermain peran dalam dunia digital dapat memberikan pengalaman positif jika dilakukan dengan bijak dan dalam batasan yang tepat.

Namun, ketika tidak diawasi dengan baik, roleplay dapat menimbulkan risiko dan dampak negatif bagi anak-anak.