Bahkan, ia menjalani bisnis tersebutd bersama dengan putrinya yang masih remaja, yaitu Fan Quan (Katie Leung) mitra bisnisnya Keyi Lam (Liu Tao).

Pada suatu harid, Fan terbunuh dalam serangan teroris atas dasar dari rasisme. Usai penyelidikan dari polisi, serangan itu ternyata dilancarkan oleh kelompok sayap kanan ekstrem Irlandia yang menyebut dirinya sebagai Authentic IRA.

Serangan yang tak berdasar itu pun membuat Quan menjadi marah besar dan berusaha balas dendam. Ia pu juga menajadi getol menanyakan informasi daftar teroris tersebut kepada satuan kepolisian Scotland Yard, walaupun akhirnya tak kunjung mendapatkan hasil.

Karena kecewa dengan kinerja kepolisian, Quan pun menjadi nekat bertindak seorang diri demi melancarkan misi balas dendamnya.

Bahkan, aa membeli sendiri perlengkapan untuk membuat senjata dan segera bertolak segera ke ibu kota Irlandia Utara, Belfast.

Di tengah proses investigasi tersebut, terdapat sebuah bom yang kembali meledak di kota London. Pemerintah Inggris ini bahkan menerima serangkaian ancaman bom dari kelompok tersebut.