hainews.co.id – Perjalanan mudik sering kali menjadi momen yang dinantikan, namun perubahan pola makan dan kelelahan selama perjalanan dapat memicu kambuhnya Gastroesophageal Reflux Disease atau asam lambung naik. Meski umumnya gejala bersifat ringan dan bisa mereda dengan penanganan sederhana, dalam kondisi tertentu GERD dapat menjadi lebih serius dan membutuhkan perhatian medis segera.

Menurut Hasan Maulahela, gejala GERD tidak boleh dianggap sepele jika menunjukkan tanda-tanda tertentu yang lebih berat.

“Jika kondisi tidak mereda dan terjadi gejala berat yang ditandai dengan nyeri ulu hati sangat hebat disertai muntah atau sesak napas, maka sebaiknya jangan memaksakan diri,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (16/3/2026).

Gejala Tidak Kunjung Membaik

Pada kondisi normal, gejala GERD seperti rasa panas di dada atau tidak nyaman di perut dapat mereda setelah beristirahat atau mengatur posisi tubuh. Namun, jika keluhan tidak kunjung membaik meski sudah dilakukan penanganan awal, hal ini patut diwaspadai.

Kondisi tersebut bisa menjadi tanda bahwa gangguan lambung memerlukan penanganan lebih lanjut. Dalam situasi ini, disarankan untuk segera mencari bantuan medis agar kondisi tidak semakin memburuk.

Nyeri Hebat di Ulu Hati

Nyeri di area ulu hati merupakan gejala umum GERD. Namun, jika rasa nyeri menjadi sangat hebat dan berbeda dari biasanya, kondisi ini tidak boleh diabaikan.

Nyeri hebat dapat menandakan iritasi pada saluran pencernaan yang sudah cukup serius. Jika terjadi saat perjalanan mudik, sebaiknya segera menghentikan aktivitas dan mencari pertolongan medis.

Disertai Muntah

Gejala GERD yang disertai muntah juga menjadi tanda peringatan penting. Kondisi ini menunjukkan gangguan lambung yang lebih berat dan dapat memperburuk keadaan tubuh, terutama saat dalam perjalanan jauh.

Penanganan medis diperlukan untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.

Disertai Sesak Napas

Dalam beberapa kasus, GERD juga dapat memicu gangguan pernapasan seperti sesak napas. Gejala ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman dan berisiko mengganggu perjalanan.

Menurut dr. Hasan, kondisi ini termasuk gejala yang perlu diwaspadai dan tidak boleh dianggap ringan. Jika mengalaminya, segera cari pertolongan di fasilitas kesehatan terdekat.

Pentingnya Mengenali Batas Gejala

Mengenali perbedaan antara gejala ringan dan kondisi yang memerlukan penanganan medis sangat penting, terutama saat melakukan perjalanan mudik.

Jika gejala tidak membaik atau justru semakin berat, jangan menunda untuk mencari bantuan medis. Penanganan yang cepat dan tepat dapat mencegah kondisi menjadi lebih serius dan memastikan perjalanan tetap aman serta nyaman.