Jangan Salah Lagi! Inilah Perbedaan Gejala GERD dan Maag

Perbedaan GERD dan Maag
Perbedaan GERD dan Maag (Ilustrasi:TasteForLife)

Perbedaan GERD dan maag. Hingga saat ini masih banyak orang yang mengira sakit GERD dan maag ini sama. Namun, pada kenyataannya keduanya berbeda lho.

Meskipun kedua penyakit itu sama-sama terkait dengan lambung, tapi keduanya memiliki makna yang berbeda.

Maag dan GERD ini menjadi penyakit lambung yang sangat mengganggu aktivitas. Bahkan, rasa nyeri di perut yang membuat mual dan jantung berdegup kencang ini perlu ditangani oleh dokter untuk meredakannya.

Perbedaan Sakit GERD dan Maag

GERD (Gastroesophageal reflux disease) merupakan suatu penyakit yang terjadi pada pencernaan manusia.

GERD ini dapat terjadi karena sfingter (katup) yang berada di kerongkongan bagian bawah ini menjadi melemah.

Sedangkan, untuk maag ini merupakan kondisi yang menunjukan adanya masalah pada lambung dan kondisi ini lebih serius atau akut jika dibandingan dengan GERD.

GERD ini bisa dikatakan sebagai suatu kondisi dimana saat asam lambung naik dari perut menuju ke kerongkongan.

Berikut ini beberapa perbedaan gejala sakit keduanya, yaitu:

  • Gejala Maag
  1. Akan lebih cepat merasa kenyang saat makan bahkan setelah makan akan merasakan rasa kenyang yang berkepanjangan.
  2. Perut akan terasa mual.
  3. Perut bagian atas akan menjadi kembung.
  4. Terlalu sering bersendawa.
  5. Terasa nyeri pada bagian ulu hati.
  6. Di tengah dada akan muncul rasa nyeri saat makan maupun sesudah makan.
  7. Perut bagian atas akan terasa panas.
  • Gejala GERD

Perlu diketahui, gejala yang dialami pederita GERD lebih parah dari gejala maag, dimana:

  1. Dada akan terasa menjadi panas seperti ada sensasi terbakar dan kondisi ini akan berlangsung selama dua jam hingga merambat ke kerongkongan.
  2. Rasa panas atau terbakar pada dada ini akan semakin parah ketika setelah makan.
  3. Mulut akan terasa asam atau pahit.
  4. Dada menjadi sangat nyeri.
  5. Akan sulit menelan makanan atau minuman.
  6. Merasa mual atau muntah.
  7. Mengalami bau pada mulut.
  8. Terasa seperti ada benjolan yang muncil di teronggorokan.
  9. Batuk kering berkepanjangan hingga akan sulit bernapas.

Jadi, maag ini dikenal dengan istilah medis gastritis yang merupakan suatu peradangan pada dinding asam lambung yang disebabkan oleh bakteri Helicobacter pylori.

Sementara, GERD atau gastroesophageal reflux disease ini merupakan salah satu kondisi penderita maag dimana asam lambung menjadi naik hingga kerongkongan.

 

 

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *