hainews.co.id – Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Belanda berinisial MJR (60) ditemukan meninggal dunia setelah melompat dari lantai 5 Hotel Renaissance Bali Uluwatu, Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Peristiwa tragis ini terjadi pada Sabtu malam, 12 September 2026, sekitar pukul 22.14 Wita, dan memicu perhatian pihak kepolisian setempat.
Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi para wisatawan mengenai pentingnya menjaga komunikasi yang baik dengan pihak manajemen akomodasi terkait administrasi dan kewajiban pembayaran. Selain aspek keamanan, insiden ini juga menyoroti bagaimana operasional hotel menangani tamu yang memiliki kendala dalam penyelesaian tagihan selama masa inap yang panjang.
Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, mengatakan, korban terjun dari ketinggian sekitar 14 meter, Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 22.14 Wita dengan kondisi penuh luka. MJR diketahui telah menginap sejak 16 Agustus 2026 dan berkelit saat ditagih pembayaran hotel.
“Dari keterangan pihak hotel yang bersangkutan telah menginap dari 16 Agustus 2026 sampai hari ini. Pihak hotel telah meminta beberapa kali untuk pembayaran namun sampai saat ini korban belum melakukan pembayaran sama sekali,” ungkapnya pada Senin (14/9/2026).
Berdasarkan keterangan Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, rekaman CCTV menunjukkan bahwa korban sempat menaikkan tirai di sudut pagar pembatas lantai lima. Tidak lama kemudian, korban melewati pembatas tersebut, berdiri di tembok luar, dan memutuskan untuk melompat ke bawah.
Staf hotel baru menyadari kejadian tersebut setelah seorang tamu lain melaporkan adanya seseorang yang tergeletak di jalan dalam area hotel pada pukul 22.18 Wita. Pihak hotel segera melakukan pengecekan dan menghubungi ambulans dari RS BIMC Nusa Dua untuk memberikan pertolongan medis, namun nyawa korban tidak tertolong.
Pihak manajemen hotel mengungkapkan bahwa korban telah menginap sejak 16 Agustus 2026. Selama periode tersebut, pihak hotel telah berulang kali meminta pembayaran, namun korban selalu berkelit dan belum melunasi tagihan sama sekali hingga peristiwa terjadi.
Hasil identifikasi tim Polresta Denpasar menemukan sejumlah luka pada tubuh korban, termasuk luka lecet di perut sisi kanan, luka di siku kanan, dan patah pada pergelangan tangan kanan. Saat ini, jenazah korban telah dievakuasi ke RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar untuk penanganan lebih lanjut oleh pihak berwenang.


Tinggalkan Balasan