hainews.co.id – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mendorong masyarakat untuk menjadikan olahraga, khususnya lari, sebagai bagian dari gaya hidup sehat yang menyenangkan dan inklusif.

Hal tersebut terlihat dalam kegiatan Suroboyo Mlayu Bengi 2026 di Surabaya. Ajang tersebut mengemas olahraga lari dalam konsep sporty party, sehingga peserta tidak hanya berolahraga, tetapi juga menikmati suasana Kota Surabaya pada malam hari.

Emil mengapresiasi kegiatan yang melibatkan masyarakat, terutama kalangan anak muda, tersebut. Menurut dia, aktivitas positif seperti olahraga dapat menjadi ruang kebersamaan sekaligus menjadi alternatif dari berbagai informasi negatif yang beredar di media sosial.

“Nah, ini saya senang ini anak-anak muda melakukan kegiatan positif, seperti ‘Suroboyo Mlayu Bengi’ ya. Jadi ini bentuk kebersamaan yang luar biasa. Kita perlu banyak hal positif karena tentu enggak sedikit info negatif berseliweran di media sosial hari ini ya,” ujar Emil kepada wartawan, Selasa (18/8/2026).

Menurut Emil, olahraga tidak harus selalu dikaitkan dengan kompetisi atau pencapaian kecepatan. Aktivitas fisik juga dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kebahagiaan, menjaga kebugaran, sekaligus memperkuat interaksi sosial.

“Nah, ketimbang kita kemudian kita larut dalam hal-hal negatif itu, mari kita justru melakukan kegiatan yang positif. Bukan berarti kita cuek dengan hal-hal yang harus dibenahi, tapi juga mari kita benahi level kebahagiaan kita dengan hal-hal yang menyenangkan,” katanya.

Semangat menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup juga mendapat dukungan dari sektor swasta. Salah satunya melalui dukungan AQUA terhadap ajang Maybank Marathon 2026 di Bali.

Dukungan tersebut mencakup penyediaan hidrasi bagi para peserta. Pada ajang tersebut, kebutuhan hidrasi menjadi salah satu faktor penting bagi pelari dalam menjaga kondisi tubuh selama mengikuti perlombaan.

Kolaborasi antara pemerintah dan sektor industri dinilai dapat membantu membangun ekosistem olahraga yang lebih ramah bagi masyarakat. Dengan dukungan fasilitas dan akses hidrasi yang memadai, aktivitas fisik diharapkan semakin mudah dilakukan secara rutin.

Tren olahraga lari yang dikemas secara santai juga menunjukkan perubahan cara pandang masyarakat terhadap aktivitas fisik. Lari tidak lagi semata-mata menjadi ajang mengejar prestasi, tetapi juga menjadi sarana rekreasi, bersosialisasi, dan menjaga kesehatan mental.

Melalui kegiatan seperti Suroboyo Mlayu Bengi, masyarakat diajak untuk memulai kebiasaan aktif tanpa harus menunggu mampu melakukan olahraga dengan intensitas tinggi. Aktivitas sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi bagian dari upaya membangun pola hidup sehat dan berkelanjutan.

Emil berharap semakin banyak kegiatan positif yang dapat mendorong masyarakat untuk bergerak, berkumpul, dan menikmati aktivitas fisik dengan suasana yang menyenangkan. Dengan demikian, olahraga dapat menjadi bagian dari rutinitas sekaligus membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.