hainews.co.id – Di tengah tuntutan pekerjaan, notifikasi yang tak pernah berhenti, hingga kebiasaan scrolling sebelum tidur, banyak orang tanpa sadar mengorbankan waktu istirahatnya. Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa orang dewasa membutuhkan rata-rata 7–9 jam tidur setiap malam untuk menjaga kesehatan fisik dan mental. Rekomendasi ini salah satunya merujuk pada panduan dari National Sleep Foundation, yang menyebutkan bahwa orang dewasa usia 18–64 tahun idealnya tidur 7–9 jam per malam. Kurang dari itu secara konsisten dapat berdampak pada berbagai fungsi tubuh.

Lalu, mengapa rentang 7–9 jam ini dianggap penting? Berikut penjelasannya yang dirangkum dari Healthline.

1. Menjaga Fungsi Otak dan Konsentrasi

Tidur bukan sekadar waktu tubuh untuk beristirahat. Saat kita terlelap, otak tetap aktif menjalankan proses penting, seperti memperkuat memori, memproses informasi, serta membersihkan limbah metabolik yang menumpuk sepanjang hari.

Kurang tidur terbukti memengaruhi kemampuan fokus, kecepatan berpikir, hingga pengambilan keputusan. Dalam jangka pendek, dampaknya mungkin terasa sebagai sulit konsentrasi atau mudah lupa. Namun, jika berlangsung lama, kurang tidur dapat meningkatkan risiko gangguan kognitif.

Itulah sebabnya, tidur cukup sering dikaitkan dengan produktivitas yang lebih baik dan kemampuan belajar yang optimal.

2. Mengatur Hormon dan Berat Badan

Durasi tidur juga berpengaruh pada keseimbangan hormon, termasuk hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang. Ketika seseorang kurang tidur, kadar hormon ghrelin (pemicu rasa lapar) cenderung meningkat, sementara leptin (pemberi sinyal kenyang) menurun.

Akibatnya, tubuh lebih mudah merasa lapar dan cenderung mengonsumsi makanan tinggi kalori. Sejumlah studi menunjukkan adanya hubungan antara kurang tidur dengan peningkatan risiko obesitas.

Dengan tidur 7–9 jam, tubuh memiliki kesempatan untuk menjaga keseimbangan hormon tersebut, sehingga nafsu makan lebih terkendali dan berat badan lebih stabil.

3. Menurunkan Risiko Penyakit Jantung

Tidur juga berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung. Selama tidur, tekanan darah dan detak jantung cenderung menurun, memberi waktu bagi sistem kardiovaskular untuk beristirahat dan memulihkan diri.

Kurang tidur secara kronis dikaitkan dengan peningkatan risiko hipertensi, penyakit jantung, dan stroke. Mekanismenya melibatkan peradangan, stres oksidatif, serta gangguan metabolisme yang terjadi ketika tubuh tidak mendapat waktu pemulihan yang cukup.

Dengan memenuhi kebutuhan tidur harian, risiko gangguan kardiovaskular dapat ditekan.

4. Mendukung Kesehatan Mental dan Emosi

Pernah merasa lebih mudah marah atau sensitif setelah begadang? Itu bukan kebetulan. Kurang tidur memengaruhi bagian otak yang mengatur emosi, termasuk amigdala.

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang kurang tidur lebih rentan mengalami kecemasan, stres, hingga gejala depresi. Sebaliknya, tidur cukup membantu menjaga kestabilan suasana hati, meningkatkan empati, dan memperbaiki kemampuan berinteraksi sosial.

Dalam jangka panjang, menjaga pola tidur yang sehat merupakan salah satu fondasi penting bagi kesehatan mental.

5. Memperkuat Sistem Imun

Saat tidur, tubuh memproduksi sitokin, yaitu protein yang membantu melawan infeksi dan peradangan. Jika waktu tidur tidak mencukupi, produksi zat ini dapat terganggu sehingga daya tahan tubuh melemah.

Tak heran, orang yang sering kurang tidur lebih mudah terserang flu atau infeksi lainnya. Dengan tidur 7–9 jam per malam, sistem imun memiliki kesempatan untuk bekerja secara optimal.

Bukan Hanya Durasi, tapi Juga Kualitas

Meski 7–9 jam menjadi acuan umum, kualitas tidur juga tak kalah penting. Tidur yang sering terbangun, terlalu larut, atau tidak teratur tetap dapat berdampak negatif meski durasinya terlihat cukup.

Karena itu, menjaga rutinitas tidur yang konsisten, mengurangi paparan gawai sebelum tidur, serta menciptakan lingkungan kamar yang nyaman menjadi langkah sederhana namun efektif untuk memastikan tubuh dan pikiran benar-benar mendapatkan istirahat yang dibutuhkan.