Oleh karena itu, awal bulan Zulhijah di Arab Saudi diprediksi jatuh pada tanggal 19 Juni 2023 dan Idul Adha pada tanggal 28 Juni 2023.
Metode MABIMS merujuk pada tinggi bulan minimal 3 derajat dan elongasi geosentrik minimal 6,4 derajat berdasarkan aplikasi Astronomis PP Persis.
Sedangkan metode Odeh menggunakan pengamatan dari aplikasi Accurate Time.
Berdasarkan pengamatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pada tanggal 18 Juni 2023, kondisi bulan di Indonesia juga belum mencapai angka minimal kriteria MABIMS.
Tinggi hilal di Indonesia saat Matahari terbenam pada tanggal tersebut berkisar antara -0,11° di Merauke, Papua, hingga 2,39° di Sabang, Aceh.
Elongasi saat Matahari terbenam pada tanggal tersebut berkisar antara 4,40° di Jayapura, Papua, hingga 4,94° di Sabang, Aceh.
Dalam konteks ini, terdapat kemungkinan adanya perbedaan penetapan Idul Adha di antara pemerintah dan Persyarikatan Muhammadiyah (PP Muhammadiyah).
PP Muhammadiyah telah menetapkan awal Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah 1444 Hijriah berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal yang diadopsi oleh Majelis Tarjih dan Tajdid.
2 Komentar