hainews.co.id, Bone — Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa terus memperkuat peran pendidikan vokasi pertanian melalui pelaksanaan Praktik Kerja Lapang (PKL) 1 bagi mahasiswa Program Studi D3 Budidaya Tanaman Hortikultura (BTH) dan D3 Budidaya Ternak (BT) di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Kegiatan yang berlangsung selama satu bulan, 17 September–19 Oktober 2026, menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di kampus sekaligus berkolaborasi langsung dengan masyarakat dalam mendukung pengembangan sektor pertanian dan peternakan daerah.
Sebanyak 79 mahasiswa mengikuti PKL 1, terdiri atas 59 mahasiswa D3 BTH dan 20 mahasiswa D3 BT. Mereka ditempatkan di sejumlah wilayah di Kabupaten Bone sesuai bidang keahlian dan kompetensinya.
Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, menegaskan praktik lapangan merupakan bagian penting dalam membentuk sumber daya manusia pertanian yang kompeten dan siap menghadapi berbagai tantangan.
“Praktik Kerja Lapang merupakan bagian penting dalam membentuk sumber daya manusia pertanian yang kompeten, tangguh, dan siap menghadapi tantangan di lapangan. Mahasiswa pertanian tidak cukup hanya memperoleh pengetahuan di ruang kelas, tetapi harus mampu belajar langsung bersama petani, peternak, penyuluh, dan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, pengalaman di lapangan menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu sekaligus memahami berbagai persoalan dan potensi pertanian serta peternakan secara nyata.

“Interaksi langsung dengan masyarakat juga akan membangun kemampuan kepemimpinan, kemandirian, dan kepedulian mahasiswa terhadap pembangunan pertanian. Kita ingin melahirkan generasi muda pertanian yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga mampu berinovasi, bekerja sama, dan menjadi motor penggerak pembangunan pertanian menuju Indonesia yang mandiri dan berdaulat pangan,” lanjutnya.
Sejalan dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan PKL merupakan bagian integral dari pendidikan vokasi karena memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar dari kondisi dan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
“Praktik Kerja Lapang merupakan bagian penting dalam proses pendidikan vokasi pertanian karena memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh di bangku kuliah secara langsung di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Ia mendorong mahasiswa Polbangtan menjadikan PKL sebagai ruang belajar, berkolaborasi, sekaligus memberi kontribusi nyata bagi masyarakat dan pemerintah daerah.
“Kami mendorong mahasiswa Polbangtan untuk menjadikan kegiatan PKL sebagai ruang untuk belajar, berkolaborasi, sekaligus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat dan pemerintah daerah. Kehadiran mahasiswa di lapangan diharapkan mampu menjadi bagian dari upaya penguatan sektor pertanian, peningkatan produktivitas, serta pengembangan inovasi dan teknologi pertanian,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan), Muhammad Amin, menilai PKL menjadi momentum penting untuk membentuk mahasiswa yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga mampu beradaptasi dan berkomunikasi dengan masyarakat.
“Program Praktik Kerja Lapang merupakan bagian penting dalam proses pendidikan vokasi pertanian karena memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh di kampus secara langsung di tengah masyarakat,” katanya.
Menurut Muhammad Amin, PKL juga menjadi ruang pembelajaran sekaligus pengabdian kepada masyarakat.
“Kami mendorong mahasiswa Polbangtan untuk menjadikan PKL sebagai ruang pembelajaran sekaligus pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran mahasiswa di lapangan diharapkan mampu membangun kolaborasi dengan petani, pemerintah daerah, penyuluh, dan seluruh pemangku kepentingan sehingga memberikan manfaat nyata bagi pengembangan sektor pertanian,” tambahnya.
Direktur Polbangtan Gowa, Ismaya Nita Rianti Parawangsa, mengatakan pelaksanaan PKL di Kabupaten Bone menjadi bagian penting dari proses pembelajaran mahasiswa untuk memperkuat kompetensi melalui pengalaman langsung di lapangan.
“Pelaksanaan Praktik Kerja Lapang (PKL) di Kabupaten Bone merupakan bagian penting dari proses pembelajaran mahasiswa Polbangtan Gowa untuk menguatkan kompetensi melalui pengalaman langsung di lapangan. Mahasiswa tidak hanya belajar menerapkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga berinteraksi serta berkolaborasi secara langsung dengan masyarakat dan pemangku kepentingan di sektor pertanian dan peternakan,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut memberi manfaat bagi mahasiswa maupun masyarakat melalui pendampingan, berbagi pengetahuan, dan penerapan inovasi yang sesuai kebutuhan di lapangan.
“Kami berharap melalui kegiatan PKL ini, mahasiswa mampu memahami kondisi dan potensi pertanian serta peternakan di daerah secara lebih nyata, sekaligus memberikan kontribusi positif kepada masyarakat melalui pendampingan, berbagi pengetahuan, dan penerapan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” jelasnya.
Menurutnya, kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, pemerintah daerah, penyuluh, dan pelaku usaha tani menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem pembelajaran vokasi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan pertanian.
“Pengalaman tersebut diharapkan dapat membentuk lulusan Polbangtan Gowa yang kompeten, adaptif, inovatif, memiliki kepedulian sosial, serta siap berkontribusi dalam mendukung pembangunan pertanian dan peternakan yang maju, mandiri, dan berkelanjutan,” tambahnya.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa Program Studi D3 BTH menjalani PKL di tiga kecamatan yang mencakup 24 kelurahan. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah mendampingi masyarakat dalam mengelola dan memanfaatkan pekarangan rumah melalui budidaya tanaman menggunakan polybag.
Pemanfaatan pekarangan menjadi alternatif untuk mengoptimalkan lahan terbatas agar lebih produktif. Selain menghasilkan tanaman untuk kebutuhan keluarga, kegiatan ini juga mendorong terciptanya lingkungan rumah yang lebih hijau dan bernilai ekonomi.
Pendampingan mahasiswa turut mendukung program Pemerintah Kabupaten Bone dalam mendorong pemanfaatan pekarangan rumah tangga melalui pengisian dan pemanfaatan polybag.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memberikan pengetahuan teknis budidaya tanaman, tetapi juga mengajak masyarakat melihat potensi pekarangan sebagai sumber pangan keluarga.
Sementara itu, mahasiswa Program Studi D3 BT melaksanakan PKL di kandang ayam petelur milik Kelompok Tani Wali Walie, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kelurahan Matirowalie, Kabupaten Bone.
Di lokasi tersebut, mahasiswa terlibat langsung dalam pemeliharaan ayam petelur sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai tata cara pemeliharaan ternak yang baik dan benar.
Kegiatan tidak hanya berfokus pada aspek budidaya, tetapi juga pengelolaan limbah peternakan melalui edukasi dan praktik pengolahan feses unggas menjadi pupuk kompos.
Limbah peternakan yang sebelumnya berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan diarahkan menjadi produk yang bermanfaat bagi sektor pertanian serta memiliki nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
Pendekatan dilakukan melalui sosialisasi dan praktik langsung bersama masyarakat sehingga pengetahuan yang diberikan tidak berhenti pada teori, tetapi dapat diterapkan secara mandiri.
Mahasiswa juga melakukan observasi terhadap penerapan prinsip dan praktik kerja di lapangan, mulai dari pemeliharaan ternak, pengelolaan kandang, pemanfaatan limbah, hingga kegiatan pendampingan dan penyuluhan.
Selama pelaksanaan PKL, mahasiswa mengikuti jam kerja dan tata tertib yang berlaku dengan pendampingan pembimbing lapang. Proses ini menjadi bagian penting dalam membentuk profesionalisme, kedisiplinan, kemampuan berkomunikasi, tanggung jawab, serta kesiapan memasuki dunia kerja.
Antusiasme mahasiswa terlihat dari keterlibatan aktif dalam berbagai kegiatan, mulai dari observasi, praktik lapangan, pengisian polybag, pemeliharaan ternak, pengolahan limbah, penyuluhan, diskusi bersama masyarakat, hingga evaluasi kegiatan.
Melalui PKL 1, Polbangtan Gowa tidak hanya memberikan pengalaman kerja nyata kepada mahasiswa, tetapi juga mempererat hubungan antara perguruan tinggi vokasi, mahasiswa, masyarakat, kelompok tani, penyuluh, dan pemerintah daerah.
Kolaborasi tersebut diharapkan melahirkan inovasi sederhana yang aplikatif dan sesuai kebutuhan masyarakat. Di saat yang sama, kegiatan ini memperkuat kontribusi pendidikan vokasi pertanian dalam mendukung pembangunan pertanian dan peternakan yang produktif, berkelanjutan, serta berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
PKL 1 menjadi momentum bagi mahasiswa untuk menguji sekaligus mengembangkan kompetensi yang diperoleh selama perkuliahan dalam kondisi nyata di lapangan. Pengalaman tersebut diharapkan membentuk lulusan Polbangtan Gowa yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga mampu berkomunikasi, berkolaborasi, memberikan solusi, serta beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja di sektor pertanian dan peternakan.
Dengan keterlibatan langsung di tengah masyarakat, mahasiswa diharapkan mampu menjadi bagian dari generasi muda pertanian yang membawa semangat inovasi dan perubahan serta turut mendukung pembangunan pertanian dan peternakan daerah menuju pertanian yang maju, mandiri, modern, dan berkelanjutan.


Tinggalkan Balasan