hainews.co.id, Gowa – Sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan masyarakat kembali ditunjukkan melalui kegiatan tanam perdana padi di lokasi Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Desa Borisallo, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, Selasa (10/3/2026). Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus memperluas lahan pertanian produktif.

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa, Kementerian Pertanian Republik Indonesia, pemerintah daerah, hingga masyarakat setempat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gowa Zubair Usman yang mewakili Bupati Gowa, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Muhammad Amin, perwakilan Kapolres Gowa, perwakilan Dandim 1409/Gowa, Pelaksana Tugas Direktur sekaligus Wakil Direktur I Polbangtan Gowa Sartika Juwita, Wakil Direktur II dan III Polbangtan Gowa, Camat Parangloe Muh Basir Asri, Kapolsek Parangloe AKP Sainuddin, Komandan Koramil Parangloe Lettu Cke Tumiran, Kepala Desa Borisallo, penyuluh, petani, serta masyarakat setempat.

Tanam Perdana Padi, program Cetak Sawah Rakyat di Kabupaten Gowa. (Sumber Humas Polbangtan Gowa)

Tanam perdana padi tersebut secara resmi dipimpin oleh Muhammad Amin. Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa program Cetak Sawah Rakyat di Kabupaten Gowa merupakan bagian dari upaya memperluas lahan pertanian produktif guna mendukung peningkatan produksi pangan nasional.

Pada tahap pertama, program ini menargetkan pembukaan lahan sawah baru seluas sekitar 1.000 hektare. Selanjutnya pada tahap kedua akan dilakukan pengembangan tambahan seluas 4.000 hektare sehingga total cetak sawah rakyat yang direncanakan di Kabupaten Gowa mencapai 5.000 hektare.

“Khusus di kawasan Parangloe ini terdapat sekitar 200 hektare lahan yang akan dikelola oleh Brigade Pangan. Harapannya, melalui dukungan program CSR ini kita dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus memperluas wilayah tanam sehingga upaya swasembada pangan dapat terus berlanjut,” jelasnya.

Sementara itu, Zubair Usman yang mewakili Bupati Gowa menyampaikan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap program Kementerian Pertanian, khususnya dalam upaya peningkatan swasembada pangan melalui program Cetak Sawah Rakyat.

Menurutnya, program tersebut sangat penting bagi pengembangan sektor pertanian di daerah dan diharapkan dapat terus berlanjut karena masih terdapat sejumlah lokasi potensial yang dapat dikembangkan menjadi lahan sawah baru.

“Kami sangat mendukung program Kementerian Pertanian untuk peningkatan swasembada pangan. Program cetak sawah rakyat ini sangat penting dan kami berharap dapat terus berlanjut karena masih ada beberapa lokasi yang bisa dijadikan lokasi CSR baru,” ujarnya.

Secara terpisah, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa perluasan areal tanam melalui program cetak sawah rakyat menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, perguruan tinggi, serta petani sangat penting untuk memastikan peningkatan produksi pertanian secara berkelanjutan.

“Penguatan sektor pertanian harus dilakukan secara bersama-sama. Program cetak sawah rakyat menjadi salah satu upaya nyata dalam meningkatkan produksi pangan nasional sekaligus mendukung tercapainya swasembada pangan,” ujar Amran.

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Idha Wida Arsanti menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pembangunan sektor pertanian.

Ia menyampaikan bahwa perguruan tinggi vokasi pertanian seperti Polbangtan memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia pertanian yang kompeten dan siap menghadapi tantangan pertanian modern.

“Mahasiswa vokasi pertanian diharapkan dapat menjadi motor penggerak transformasi pertanian. Melalui penguasaan teknologi, inovasi, dan kewirausahaan, generasi muda dapat berperan aktif dalam memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Brigade Pangan Paraikatte oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gowa yang didampingi oleh Kepala Pusat Pendidikan Pertanian kepada perwakilan anggota Brigade Pangan Paraikatte, kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama.

Kegiatan ditutup dengan tanam padi serentak di lahan Cetak Sawah Rakyat yang melibatkan pejabat, penyuluh, petani, serta masyarakat setempat.

Melalui kegiatan ini diharapkan kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan masyarakat dapat terus diperkuat guna meningkatkan produksi pertanian sekaligus mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan di Indonesia.