hainews.co.id – Produk buatan dalam negeri semakin menunjukkan kekuatannya di pasar digital. Shopee Indonesia mencatat sebanyak empat miliar produk lokal telah terjual melalui kanal Shopee Pilih Lokal sejak 2022. Capaian tersebut diumumkan dalam rangkaian Peluncuran Program Akselerasi Produk Lokal di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Kamis, 13 Agustus 2026.
Angka empat miliar bukan sekadar catatan transaksi. Di baliknya terdapat ribuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memanfaatkan platform digital untuk memperkenalkan produknya kepada konsumen dari berbagai daerah.
Perkembangan ini sekaligus memperlihatkan bagaimana digitalisasi membuka peluang baru bagi produk lokal. Produk yang sebelumnya mungkin hanya dikenal di wilayah tertentu kini memiliki kesempatan untuk ditemukan konsumen dari berbagai penjuru Indonesia, bahkan pasar internasional.
Kanal Shopee Pilih Lokal menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan visibilitas produk buatan Indonesia di tengah persaingan pasar digital yang semakin dinamis.
Deputy Director of Government Relations Shopee Indonesia, Balques Manisang, mengatakan penguatan pemasaran dilakukan dengan meningkatkan eksposur produk lokal di dalam platform. Strategi tersebut diharapkan dapat membantu produk dalam negeri memperoleh perhatian lebih besar dari konsumen.
Bagi pelaku UMKM, visibilitas menjadi faktor penting. Produk berkualitas tidak akan mudah berkembang apabila sulit ditemukan oleh calon pembeli. Karena itu, kehadiran kanal khusus produk lokal dapat membantu mempertemukan penjual dengan konsumen secara lebih efektif.
Perluasan pasar tidak cukup hanya mengandalkan kehadiran produk di marketplace. Pelaku usaha juga membutuhkan kemampuan untuk mengelola bisnis secara digital.
Melalui Kampus Shopee, pelaku UMKM di 514 kabupaten dan kota telah memperoleh lebih dari 350 jam pelatihan yang mencakup sekitar 400 modul pembelajaran.
Materi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan digital para pelaku usaha, mulai dari memahami ekosistem perdagangan elektronik hingga mengembangkan strategi pemasaran yang sesuai dengan karakter konsumen digital.
Dengan keterampilan tersebut, UMKM diharapkan tidak sekadar menjadi penjual di platform digital, tetapi mampu membangun bisnis yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
Peluang pertumbuhan UMKM juga tidak berhenti di pasar domestik. Shopee menyediakan Program Ekspor Shopee dan Program Ekspor Shopee Flexi untuk membantu pelaku usaha Indonesia menjangkau konsumen di luar negeri.
Fasilitas ekspor ini menjadi peluang penting bagi UMKM yang ingin naik kelas. Digitalisasi memungkinkan produk lokal diperkenalkan kepada pasar yang sebelumnya sulit dijangkau oleh usaha berskala kecil.
Dari makanan, fesyen, kerajinan, hingga berbagai produk kreatif, semakin banyak produk Indonesia memiliki peluang untuk menemukan konsumen baru di pasar global.
Selain memperluas akses pasar dan memberikan pelatihan, strategi penguatan produk lokal juga dilakukan melalui pemberian insentif bagi penjual.
Insentif tersebut diharapkan dapat mendorong pelaku usaha untuk meningkatkan aktivitas penjualan sekaligus menjaga kualitas dan ketersediaan produk. Bagi UMKM, dukungan semacam ini dapat menjadi stimulus untuk terus mengembangkan kapasitas bisnis di tengah persaingan marketplace yang semakin ketat.
Pada saat yang sama, semakin banyaknya pilihan produk lokal juga memberikan keuntungan bagi konsumen. Masyarakat memiliki kesempatan untuk menemukan produk dalam negeri dengan lebih mudah, sekaligus turut mendukung keberlangsungan usaha lokal.
Capaian penjualan empat miliar produk lokal sejak 2022 menunjukkan besarnya potensi ekonomi yang dapat muncul ketika UMKM terhubung dengan ekosistem digital.
Namun, angka tersebut juga membawa pesan yang lebih luas: transformasi digital bukan lagi sekadar pilihan bagi pelaku usaha, melainkan salah satu jalan untuk memperluas peluang pertumbuhan.
Dengan dukungan pemasaran, peningkatan keterampilan digital, insentif penjualan, dan akses ke pasar internasional, produk lokal memiliki peluang semakin besar untuk bersaing.
Ke depan, tantangannya bukan hanya meningkatkan jumlah transaksi, tetapi memastikan semakin banyak UMKM mampu tumbuh secara berkelanjutan dan menjadikan produk Indonesia tidak hanya populer di dalam negeri, tetapi juga dikenal di pasar global.


Tinggalkan Balasan