hainews.co.id – Pertamina Patra Niaga dan Pusri terus memperkuat pembinaan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu meningkatkan daya saing hingga menembus pasar nasional dan internasional.
Upaya tersebut dilakukan melalui pendekatan yang lebih adaptif terhadap perkembangan pasar. Pertamina Patra Niaga mengembangkan strategi storytelling untuk memperkuat nilai dan karakter produk UMKM, sementara Pusri menggandeng Kementerian Hukum (Kemenkum) Sumatera Selatan untuk memperkuat perlindungan hak cipta dan merek.
Strategi storytelling dinilai penting karena konsumen kini tidak hanya mempertimbangkan fungsi sebuah produk, tetapi juga nilai emosional serta cerita yang melatarbelakangi proses pembuatannya.
VP Community Involvement & Development Pertamina Patra Niaga, Dian Hapsari Firasati, mengatakan narasi dapat menjadi pembeda bagi produk UMKM yang secara tampilan maupun jenisnya memiliki banyak kesamaan di pasaran.
Salah satu contohnya adalah produk fesyen shibori dari UMKM Narita Shibori. Produk tersebut memiliki keunikan karena detail aksen sulamannya dikerjakan oleh anak-anak berkebutuhan khusus. Cerita di balik proses produksi tersebut menjadi nilai tambah yang mampu menarik perhatian konsumen dalam berbagai ajang pameran nasional.
Menurut Pertamina Patra Niaga, pendekatan storytelling dapat membantu pelaku UMKM membangun identitas produk sekaligus menciptakan kedekatan yang lebih kuat dengan konsumen.
Sementara itu, Pusri mengambil langkah berbeda dengan memperkuat aspek legalitas usaha. Kolaborasi dengan Kemenkum Sumsel diarahkan untuk memberikan perlindungan terhadap hak cipta dan merek milik UMKM binaan.
Perlindungan kekayaan intelektual tersebut dinilai penting untuk memastikan identitas dan karakter produk yang telah dibangun pelaku usaha tidak mudah ditiru pihak lain.
Dengan legalitas yang lebih kuat, UMKM binaan Pusri diharapkan semakin percaya diri dalam mengembangkan usaha dan memperluas jangkauan pemasaran.
Kombinasi antara penguatan cerita produk dan perlindungan kekayaan intelektual menjadi strategi untuk membangun fondasi bisnis UMKM yang lebih kuat. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang bagi UMKM untuk bersaing di pasar yang lebih luas, termasuk pasar global.


Tinggalkan Balasan