hainews.co.id, Gowa – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian melalui sertifikasi kompetensi bagi mahasiswa Diploma IV. Sebanyak 180 mahasiswa dinyatakan kompeten usai mengikuti sertifikasi bidang Organik Tanaman dan Pengawas Mutu Pakan yang berlangsung sejak 4–8 Mei 2026.
Penutupan kegiatan sertifikasi berlangsung di Aula Syekh Yusuf, Jumat (8/5/2026), dengan suasana penuh semangat. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Polbangtan Gowa dalam mencetak lulusan yang profesional, berdaya saing, dan siap menjawab kebutuhan dunia kerja sektor pertanian modern.
Sertifikasi kompetensi mengusung tema “Organik Tanaman dan Pengawas Mutu Pakan Level Fasilitator bagi Mahasiswa Diploma IV Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa”. Sebanyak 120 mahasiswa mengikuti skema Organik Tanaman, sementara 60 mahasiswa mengikuti skema Pengawas Mutu Pakan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa pembangunan pertanian modern membutuhkan SDM unggul yang memiliki kompetensi terukur dan mampu beradaptasi terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan industri pertanian masa depan.
Menurutnya, sertifikasi kompetensi menjadi modal penting bagi generasi muda pertanian untuk meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun global.
Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa sertifikasi kompetensi merupakan langkah strategis dalam menyiapkan lulusan vokasi pertanian yang siap kerja, adaptif, dan profesional.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) Muhammad Amin Awaludin menilai pentingnya keselarasan antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri. Lulusan yang memiliki kompetensi terstandar dinilai lebih siap memasuki dunia kerja dan berkontribusi dalam pembangunan pertanian di berbagai daerah.
Kepala Tempat Uji Kompetensi (TUK) Aminuddin Saade mengapresiasi kelancaran pelaksanaan kegiatan sertifikasi yang melibatkan enam asesor pertanian, tiga asesor peternakan, dua perwakilan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), pendamping asesor, serta panitia pelaksana.
Menurutnya, sertifikasi kompetensi bukan hanya sekadar pengakuan atas kemampuan mahasiswa, tetapi juga menjadi nilai tambah yang penting dalam menghadapi persaingan kerja yang semakin kompetitif.
“Melalui sertifikasi ini, mahasiswa tidak hanya diuji keterampilannya, tetapi juga dipersiapkan menjadi tenaga profesional yang mampu menjawab tantangan sektor pertanian modern,” ujarnya.
Ia juga berpesan kepada seluruh peserta untuk terus meningkatkan kapasitas diri dan menjaga integritas profesi agar mampu menjadi bagian dari pembangunan pertanian Indonesia yang maju, mandiri, dan modern.
Dari total peserta, seluruhnya dinyatakan lulus kompeten, terdiri dari 120 asesi bidang pertanian dan 60 asesi bidang peternakan setelah mengikuti seluruh rangkaian asesmen sesuai standar yang ditetapkan.
Kegiatan penutupan ditandai dengan penyerahan berita acara hasil asesmen, penyampaian kesan dan pesan peserta, penanggalan tanda peserta, hingga sesi foto bersama. Polbangtan Gowa berharap lulusan yang telah tersertifikasi mampu menjadi generasi muda pertanian yang profesional dan siap bersaing di dunia kerja.


Tinggalkan Balasan