hainews.co.id, Banjar — Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa menunjukkan aksi nyata dalam penerapan pertanian modern melalui kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa terlibat langsung dalam percepatan tanam di lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) seluas 75 hektare dengan memanfaatkan teknologi drone. Seluruh proses penanaman dilakukan secara mandiri oleh mahasiswa, mulai dari persiapan hingga aplikasi teknologi di lapangan.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan), Muhammad Amin, yang melakukan kunjungan kerja Sabtu (25/4/2026), mengapresiasi kemampuan dan semangat mahasiswa dalam mengimplementasikan teknologi pertanian modern.
“Saya sangat bangga melihat kemampuan dan semangat mahasiswa Polbangtan. Seluruh proses percepatan tanam di lokasi cetak sawah rakyat ini dilakukan sepenuhnya oleh mahasiswa menggunakan drone. Ini menjadi bukti bahwa generasi muda pertanian siap menghadapi era modernisasi,” ujarnya.

Penerapan teknologi drone dalam kegiatan ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi kerja, mempercepat proses tanam, serta mengoptimalkan pemanfaatan lahan baru hasil program cetak sawah rakyat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran praktis bagi mahasiswa dalam mengaplikasikan inovasi teknologi secara langsung di lapangan.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widhi Arsanti, menegaskan pentingnya regenerasi petani dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
“Petani kita semakin berumur, sementara kebutuhan pangan terus meningkat. Mendorong regenerasi petani menjadi langkah esensial untuk mendukung ketahanan pangan nasional,” jelasnya.
Sejalan dengan itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga menekankan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam pembangunan sektor pertanian.
“Generasi muda adalah penggerak ekonomi kerakyatan di daerah. Kementan akan terus melakukan pendampingan secara berkala agar mereka mampu berperan di seluruh sektor pertanian,” ungkapnya.
Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) seluas 75 hektare ini diharapkan mampu meningkatkan produksi padi sekaligus memperkuat upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan pelaku lapangan menjadi kunci dalam membangun sektor pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.
Kunjungan kerja ditutup dengan peninjauan lapangan serta dialog interaktif bersama mahasiswa dan tim pelaksana. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model penerapan pertanian modern yang dapat direplikasi di berbagai daerah lain di Indonesia.


Tinggalkan Balasan