Gejala OCD bisa mempengaruhi aspek kehidupan bagi pengidapnya baik pada gejala obsesi, kompulsif, ataupun keduanya. Obsesi merupakan dorongan, pikiran yang terjadi secara berulangkali atau gangguan mental yang dapat menimbulkan rasa cemas.
Sedangkan kompulsif ialah perilaku yang dilakukan secara berulang. Contoh kompulsif yaitu seperti mencuci tangan secara berlebihan dan berulang kali atau seperti melakukan pemeriksaan sesuatu berulang kali.
Gejala ini dapat menjadi lebih buruk seiring berjalannya waktu. Pengidap OCD dapat mencegah munculnya gejala dengan cara menghindari suatu kondisi yang dapat memicu obsesi.
Bagi orang dewasa yang mengidap OCD akan menyadari perilakunya yang tidak masuk akal. Sedangkan pada anak-anak dapat disadari dengan mudah oleh orang tua dan guru.
Menurut American Psychiatric Association, diagnosis OCD mengacu pada Diagnosis dan Statistik Gangguan Mental (DSM-5). Diagnosis ini dapat dilakukan dengan pemeriksaan fisik yang dilanjutkan dengan pemeriksaan laboratorium penunjang.
6 Komentar