hainews.co.id – Universitas Republik Indonesia (URI) menyiapkan pengembangan Sekolah Unggul Garuda di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) nasional. Program strategis yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto tersebut diarahkan untuk mencetak generasi unggul yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga karakter kuat dan jiwa nasionalisme.
Gubernur URI, Donny Ermawan Taufanto, mengatakan pembangunan bangsa membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten, berintegritas, dan memiliki kecintaan terhadap tanah air.
“Pembangunan bangsa memerlukan SDM yang tidak hanya cerdas dan pintar, tetapi juga memiliki karakter yang baik, jiwa nasionalisme, serta cinta yang tinggi terhadap tanah air,” kata Donny saat menghadiri kegiatan gelar griya (open house) Sekolah Unggul Garuda di Desa Lebo Jaya, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Sabtu.
Menurut Donny, pengembangan ekosistem pendidikan unggul menjadi langkah penting untuk mempersiapkan generasi yang mampu mengelola potensi nasional secara mandiri dan berkelanjutan.
Ia menilai Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam (SDA) yang besar. Namun, potensi tersebut membutuhkan dukungan tenaga ahli dan SDM berkualitas agar manfaat ekonominya dapat dinikmati secara optimal oleh bangsa sendiri.
“Kapital kita sangat luar biasa, tetapi saat ini kondisinya banyak yang lari ke luar negeri. Salah satu cara menyelamatkannya adalah dengan menyiapkan sumber daya manusia kita melalui ekosistem pendidikan yang unggul,” ujarnya.
Donny menjelaskan, kegiatan gelar griya Sekolah Unggul Garuda dilaksanakan secara serentak di 51 titik ekosistem pendidikan di seluruh Indonesia.
Lokasi tersebut terdiri atas empat SMA Unggul Garuda Baru yang berada di Belitung Timur, Konawe Selatan, Bulungan, dan Timor Tengah Selatan. Selain itu, terdapat 47 lokasi SMA Unggul Garuda Transformasi yang menjadi bagian dari pengembangan ekosistem pendidikan tersebut.
Kehadiran sekolah-sekolah ini diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan berkualitas, termasuk bagi peserta didik di daerah yang selama ini membutuhkan lebih banyak pilihan sekolah unggulan.
“Keberadaan sekolah ini menjadi peluang besar bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Konawe Selatan, untuk mengakses pendidikan berkualitas unggul,” jelas Donny.
Menurutnya, pemerataan akses terhadap pendidikan berkualitas merupakan salah satu faktor penting dalam membangun SDM yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Dalam pengembangan program tersebut, pemerintah berencana menambah empat sekolah baru dalam waktu dekat. Untuk jangka panjang, pemerintah menargetkan pembangunan 20 sekolah baru serta transformasi sekitar 80 sekolah di berbagai wilayah Indonesia.
Pengembangan ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pendidikan unggulan sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah yang masuk dalam program transformasi.
Melalui pendekatan tersebut, penguatan pendidikan tidak hanya dilakukan dengan membangun institusi baru, tetapi juga melalui peningkatan kualitas sekolah yang telah beroperasi.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang lebih terintegrasi, dengan pengembangan kompetensi akademik dan karakter peserta didik sebagai salah satu fokus utama.
Donny menjelaskan, URI melalui Badan Pengelola Pendidikan Kebangsaan mengelola tiga institusi, yakni Badan Pengelola Sekolah Unggulan, Badan Pengelola Perguruan Tinggi, dan Lembaga Administrasi Negara.
Secara khusus, Badan Pengelola Sekolah Unggulan menangani pengelolaan Sekolah Unggul Garuda.
Ekosistem tersebut dirancang tidak hanya mencakup pendidikan pada jenjang sekolah menengah atas dan perguruan tinggi, tetapi juga mengintegrasikan tata kelola lembaga administrasi negara serta pembinaan bagi aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai badan usaha milik negara (BUMN).
Integrasi ini diharapkan dapat mendukung kesinambungan pengembangan SDM, mulai dari pendidikan hingga peningkatan kapasitas tenaga profesional dan aparatur negara.
URI menargetkan transisi penuh tata kelola ekosistem pendidikan tersebut dapat berjalan pada 2027. Pengembangan program juga akan didukung melalui pembukaan peluang kerja sama internasional dengan universitas terkemuka di luar negeri.
Kerja sama internasional diharapkan membuka ruang pertukaran pengetahuan, pengembangan kapasitas akademik, serta peningkatan kualitas pendidikan agar selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masa depan.
Melalui pengembangan Sekolah Unggul Garuda dan integrasi ekosistem pendidikan, URI menargetkan terbentuknya generasi yang memiliki kompetensi tinggi, karakter kuat, dan kemampuan mengelola potensi Indonesia.
Program ini diharapkan menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat daya saing nasional sekaligus memastikan kekayaan sumber daya alam Indonesia didukung oleh kualitas sumber daya manusia yang memadai.


Tinggalkan Balasan