hainews.co.id – PT Jasa Raharja secara resmi menyerahkan santunan sebesar Rp 125 juta kepada ahli waris Indah Dwi Septiani, seorang mahasiswi Universitas Mataram (Unram) yang menjadi korban meninggal dunia dalam peristiwa terbakarnya KMP Putri Yasmin. Insiden tragis tersebut terjadi di perairan Sekotong, Lombok Barat, pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Pemberian santunan ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dasar bagi masyarakat yang mengalami musibah kecelakaan transportasi. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab negara untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan sekaligus memastikan hak-hak korban terpenuhi dengan cepat.

Ringkasan cepat

  • PT Jasa Raharja memberikan total santunan Rp 125 juta kepada ahli waris korban.
  • Santunan ini menjadi bentuk perlindungan negara bagi masyarakat yang mengalami kecelakaan transportasi.
  • Proses pencarian korban terus dilakukan oleh tim terkait hingga hari ketiga pasca-kejadian.

Detail Santunan dan Perlindungan

Total santunan sebesar Rp 125 juta yang diterima ahli waris merupakan gabungan dari dua komponen perlindungan. PT Jasa Raharja memberikan santunan pokok sebesar Rp 50 juta, sementara sisanya senilai Rp 75 juta berasal dari perlindungan tambahan melalui Jasa Raharja Putera.

Direktur Utama PT Jasa Raharja, M Awaluddin, menyampaikan duka cita yang mendalam saat menyerahkan langsung santunan tersebut di rumah duka yang berlokasi di Asrama Brimob Ampenan, Kota Mataram. Ia menegaskan bahwa penyerahan ini adalah amanat negara yang harus dijalankan sebagai bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.

Proses Pencarian Korban

Peristiwa terbakarnya KMP Putri Yasmin di Selat Lombok telah memicu operasi pencarian intensif oleh tim gabungan. Hingga hari ketiga pasca-kejadian, upaya pencarian korban masih terus dilakukan di lokasi perairan Sekotong untuk memastikan seluruh penumpang tertangani.

Pihak berwenang terus memantau perkembangan situasi di lapangan terkait insiden ini. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan menunggu informasi resmi lebih lanjut dari otoritas terkait mengenai hasil pencarian serta investigasi penyebab kebakaran kapal tersebut.