hainews.co.id – Dunia hospitality Indonesia kembali mencatatkan prestasi di panggung internasional. Tiga hotel Indonesia berhasil masuk dalam daftar The 50 Best Hotels 2026, yang sebelumnya dikenal sebagai The World’s 50 Best Hotels.

Dua di antaranya berhasil menembus daftar 50 hotel terbaik dunia, yakni Desa Potato Head di Bali yang berada di peringkat ke-21 dan Nihi Sumba di Sumba, Nusa Tenggara Timur, di posisi ke-35. Sementara itu, Mandapa, a Ritz-Carlton Reserve di Bali, menempati peringkat ke-61 dalam daftar extended 51–100.

Penghargaan ini menjadi salah satu rujukan penting bagi industri perhotelan dan wisatawan yang mencari pengalaman menginap berkelas dunia. Penilaian The 50 Best Hotels tidak hanya melihat kemewahan fasilitas, tetapi juga pengalaman tamu, desain, pelayanan, inovasi, serta karakter unik yang membuat sebuah hotel berbeda dari properti lainnya.

1. Desa Potato Head, Bali – Peringkat ke-21

Desa Potato Head di Bali menawarkan konsep yang berbeda dari gambaran resor mewah konvensional. Properti ini memadukan akomodasi dengan seni, musik, desain, kuliner, wellness, dan berbagai aktivitas kreatif.

Berada di kawasan Petitenget, Bali, Desa Potato Head memiliki ruang-ruang yang dirancang untuk membuat hotel tidak sekadar menjadi tempat bermalam. Tamu dapat menikmati beach club, perpustakaan, ruang kreatif, studio musik, kolam renang, spa, pusat kebugaran, hingga berbagai program yang berkaitan dengan keberlanjutan.

Salah satu daya tarik arsitekturnya adalah fasad bangunan yang menggunakan lebih dari 1,5 juta batu bata kuil Bali yang dibuat secara manual. Konsep desain tersebut memperkuat identitas properti sekaligus menghubungkannya dengan karakter budaya Bali.

Aspek keberlanjutan juga menjadi bagian penting dari konsep Desa Potato Head. Menurut The 50 Best, properti ini berhasil mengalihkan 99,5 persen limbahnya dari tempat pembuangan akhir dan mengembangkan berbagai program ekonomi sirkular. Properti tersebut juga menjalankan Waste Lab serta tur Follow the Waste yang memungkinkan tamu melihat langsung bagaimana pengelolaan limbah dilakukan.

Lokasi: Jalan Petitenget Nomor 51B, Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali.

Harga: mulai sekitar Rp6,2 juta per malam, tergantung tanggal dan tipe kamar.

2. Nihi Sumba, Nusa Tenggara Timur – Peringkat ke-35

Dari Bali, perhatian dunia hospitality berlanjut ke Sumba. Nihi Sumba menempati peringkat ke-35 dalam The 50 Best Hotels 2026 dan kembali masuk dalam jajaran 50 hotel terbaik dunia.

Resor ini berada di pesisir barat Pulau Sumba dan dikenal menawarkan pengalaman menginap yang dekat dengan alam serta budaya lokal. Salah satu daya tarik utamanya adalah kawasan pantai yang menghadap ke Samudra Hindia, termasuk area selancar yang dikenal sebagai Occy’s Left.

Nihi Sumba memiliki vila-vila dengan desain yang terinspirasi arsitektur tradisional Sumba. Pengalaman tamu tidak berhenti pada fasilitas kamar. Berbagai aktivitas tersedia, mulai dari berselancar, snorkeling, bersepeda gunung, mendaki, hingga berkuda.

Aktivitas berkuda menjadi salah satu pengalaman yang banyak dikaitkan dengan karakter Nihi Sumba. Kuda-kuda dibawa ke pantai dan tamu dapat menikmati perjalanan menyusuri garis pantai dengan latar pemandangan alam Sumba.

Properti ini juga memiliki fasilitas wellness, termasuk spa, serta berbagai pengalaman kuliner dan aktivitas yang dirancang untuk memperkenalkan tamu pada lingkungan sekitar.

The 50 Best sendiri menyoroti Nihi Sumba dalam sejumlah artikelnya, termasuk pengalaman berkuda dan hubungan antara tradisi masyarakat Sumba dengan keberadaan kuda di pulau tersebut.

Lokasi: Hoba Wawi, Wanokaka, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur.

Harga: mulai sekitar Rp23,1 juta per malam, tergantung musim dan tipe vila.

3. Mandapa, a Ritz-Carlton Reserve, Bali – Peringkat ke-61

Nama Indonesia lainnya yang masuk daftar adalah Mandapa, a Ritz-Carlton Reserve di Ubud, Bali. Berbeda dengan Desa Potato Head dan Nihi Sumba yang berada di peringkat 1–50, Mandapa menempati posisi ke-61 dalam daftar extended The 50 Best Hotels 2026.

Berada di kawasan lembah Sungai Ayung, Mandapa dirancang menyerupai sebuah desa tradisional Bali. Resor ini dikelilingi persawahan bertingkat dan lanskap hijau, menciptakan suasana yang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.

Mandapa memiliki 60 akomodasi yang terdiri dari suite dan vila, termasuk pilihan dengan kolam renang pribadi. Desain interiornya memadukan unsur tradisional Bali seperti kayu, rotan, dan material alami dengan fasilitas modern.

Salah satu ciri khas layanan Mandapa adalah keberadaan personal butler yang memberikan layanan lebih personal kepada tamu.

Untuk kuliner, Mandapa menawarkan sejumlah restoran dengan karakter berbeda. Ada Ambar yang menghadirkan hidangan Jepang modern, Sawah untuk bersantap sepanjang hari, serta Kubu yang menawarkan pengalaman kuliner dengan bahan-bahan lokal.

Sementara untuk relaksasi, tersedia spa, area yoga, ruang meditasi, serta fasilitas wellness lainnya.

The 50 Best menggambarkan Mandapa sebagai resor yang terinspirasi desa tradisional Bali dan dikelilingi persawahan bertingkat, dengan pemandangan hutan serta sungai dari kamar dan vila.

Lokasi: Jalan Raya Kedewatan, Kedewatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali.

Harga: mulai sekitar Rp18 jutaan per malam, tergantung tanggal dan tipe akomodasi.

Bagaimana The 50 Best Hotels Menentukan Peringkat?

The 50 Best Hotels 2026 disusun berdasarkan pemungutan suara dari lebih dari 800 pakar hospitality dan perjalanan internasional. Akademi tersebut mencakup kalangan hotelier, jurnalis perjalanan, serta pelancong berpengalaman di segmen luxury travel.

Proses pemungutan suara dilakukan secara anonim. Integritas proses pemilihan juga diawasi melalui audit independen oleh Deloitte.

Dalam daftar 2026, Rosewood Hong Kong kembali menempati posisi pertama untuk tahun kedua berturut-turut. Posisi kedua ditempati Capella Bangkok, sedangkan Four Seasons Bangkok at Chao Phraya River berada di peringkat ketiga.

Sementara dari Indonesia, Desa Potato Head berada di No.21 dan Nihi Sumba di No.35. Mandapa melengkapi perwakilan Indonesia di No.61 dalam daftar 51–100.

Perpaduan Kemewahan dan Identitas Lokal

Kehadiran tiga properti Indonesia dalam daftar tersebut menunjukkan beragam pendekatan terhadap konsep luxury hospitality.

Desa Potato Head menonjolkan perpaduan antara seni, musik, desain, komunitas, dan keberlanjutan. Nihi Sumba menawarkan pengalaman alam dan budaya di salah satu wilayah Indonesia yang relatif terpencil. Sementara Mandapa menghadirkan interpretasi kemewahan yang lebih tenang dengan mengambil inspirasi dari lanskap dan kehidupan tradisional Bali.

Ketiganya memiliki satu kesamaan: pengalaman menginap tidak hanya dibangun melalui fasilitas mewah, tetapi juga melalui sense of place—pengalaman yang menghubungkan tamu dengan karakter destinasi tempat hotel tersebut berada.

Indonesia Semakin Dikenal di Peta Hospitality Dunia

Masuknya Desa Potato Head dan Nihi Sumba ke 50 besar, ditambah posisi Mandapa di peringkat ke-61, memperlihatkan semakin kuatnya kehadiran Indonesia dalam lanskap hospitality internasional.

Bagi wisatawan, daftar ini dapat menjadi salah satu referensi ketika mencari pengalaman menginap premium di Indonesia. Namun, daya tarik ketiga properti tersebut bukan semata-mata terletak pada peringkatnya. Masing-masing menawarkan pendekatan berbeda terhadap kemewahan—mulai dari kreativitas dan keberlanjutan di Bali, kedekatan dengan alam dan budaya di Sumba, hingga ketenangan dan wellness di Ubud.

Dengan demikian, prestasi pada The 50 Best Hotels 2026 bukan hanya tentang tiga nama hotel yang masuk dalam daftar global, tetapi juga tentang bagaimana destinasi Indonesia mampu menerjemahkan kekayaan alam, budaya, desain, dan keramahan lokal ke dalam pengalaman hospitality yang mendapat pengakuan internasional.