hainews.co.id – Universitas Pertahanan (Unhan) mengerahkan sebanyak 1.500 kadet mahasiswa untuk membina kedisiplinan dan membentuk karakter siswa Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia. Program tersebut mulai dilaksanakan secara serentak pada pekan ini.
Rektor Unhan Anton Nugroho mengatakan sosialisasi pelaksanaan program telah dilakukan kepada jajaran kepala sekolah Sekolah Rakyat, Kementerian Pertahanan, Mabes TNI, hingga satuan teritorial di berbagai wilayah.
“Kami sudah sosialisasikan ke jajaran kepala sekolah Sekolah Rakyat maupun ke jajaran Mabes Kemhan, Mabes TNI, sama jajaran satuan teritorial di wilayah, untuk pelaksanaannya nanti,” kata Anton dalam konferensi pers seusai pertemuan terbatas dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Jakarta, Selasa.
Anton menjelaskan para kadet akan mendapat penugasan selama dua pekan penuh, terhitung sejak keberangkatan pada Jumat (9/10). Selama masa tersebut, para kadet akan mendampingi aktivitas harian siswa, mulai dari bangun tidur hingga kembali beristirahat pada malam hari.
Pembinaan mencakup berbagai kegiatan untuk membangun kedisiplinan dan karakter siswa, seperti latihan baris-berbaris, olahraga pagi, etika makan bersama atau table manner, kegiatan kerohanian, etika sosial, pola komunikasi, serta kegiatan kepanduan.
Program tersebut diberikan kepada siswa Sekolah Rakyat pada jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Selain pembinaan fisik dan mental, para kadet dari berbagai program studi juga akan memberikan pengayaan akademik sesuai bidang keilmuan masing-masing.
Materi yang diberikan antara lain matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Dengan demikian, penugasan para kadet tidak hanya berfokus pada pembentukan kedisiplinan, tetapi juga mendukung proses pembelajaran siswa.
“Harapan kami setelah dua minggu, habit (kebiasaan) itu akan berlanjut terus sehingga ada perubahan karakter dan kepemimpinan yang kita berikan kepada adik-adik Sekolah Rakyat,” ujar Anton.
Menurut dia, program kerja sama tersebut merupakan perintah langsung dari Menteri Pertahanan. Penugasan ini sekaligus menjadi kesempatan bagi para kadet untuk memperluas wawasan sosial melalui pengalaman langsung di wilayah penempatan.
Anton menilai pengalaman tersebut penting karena siswa Sekolah Rakyat memiliki latar belakang yang beragam. Melalui pembinaan yang dilakukan secara intensif, para siswa diharapkan memiliki kesiapan akademik, fisik, dan mental untuk berinteraksi serta berkontribusi di tengah masyarakat.
“Ini juga tantangan, kadet untuk bisa membina adik-adik kami di Sekolah Rakyat,” katanya.
Kementerian Sosial (Kemensos) sebagai pelaksana teknis mencatat saat ini terdapat 182 Sekolah Rakyat yang telah beroperasi di berbagai daerah di Indonesia.
Pada tahun ajaran 2026/2027, sebanyak 182 Sekolah Rakyat tersebut mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA atau sederajat. Secara keseluruhan, sekolah-sekolah tersebut memiliki kapasitas sekitar 44 ribu siswa yang didukung oleh ribuan guru dan tenaga pendidik.
Kehadiran 1.500 kadet Unhan diharapkan dapat memperkuat pembinaan karakter dan kedisiplinan siswa, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang membentuk kesiapan akademik, fisik, dan mental peserta didik.


Tinggalkan Balasan