hainews.co.id – Universitas LIA memanfaatkan asesmen lapangan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) sebagai momentum mengevaluasi kualitas pembelajaran, tata kelola, dan kesiapan institusi menghadapi perubahan kebutuhan dunia kerja.
Asesmen yang berlangsung pada 15–16 Oktober 2026 tersebut mencakup pemeriksaan dokumen, verifikasi data kinerja, wawancara dengan pemangku kepentingan, hingga peninjauan fasilitas pembelajaran.
Rektor Universitas LIA, Assoc. Prof. Dr. Siti Yulidhar Harunasari, M.Pd., mengatakan proses akreditasi menjadi sarana untuk melihat capaian institusi sekaligus menentukan arah perbaikan ke depan.
“Proses akreditasi Universitas LIA oleh BAN-PT ini menjadi cermin bagi kami untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan. Fokus utama kami adalah menghadirkan sistem pembelajaran yang responsif terhadap perkembangan era industri modern. Kami berkomitmen memberikan pengalaman akademik terbaik yang memadukan keahlian bahasa, bisnis, teknologi, serta karakter unggul bagi para mahasiswa,” ujarnya.
Tim asesor BAN-PT dalam kegiatan tersebut terdiri atas Agung Eko Budiwaspada dari Institut Teknologi Bandung, Ai Rosita dari Universitas Widyatama, dan Esti Junining dari Universitas Brawijaya. Pelaksanaan asesmen turut didampingi Domo Pranoto sebagai perwakilan BAN-PT.
Dalam proses evaluasi, asesor menggali informasi dari pengelola universitas, mahasiswa, alumni, dan mitra industri. Wawancara tersebut bertujuan memperoleh gambaran mengenai pelaksanaan pembelajaran, relevansi kurikulum, serta kesiapan lulusan menghadapi tantangan profesional.
Aspek pendukung akademik juga menjadi perhatian. Tim asesor meninjau laboratorium komputer, jaringan internet, perpustakaan, dan ruang kelas yang digunakan dalam pembelajaran konvensional maupun digital.
Pemeriksaan tersebut memberikan gambaran mengenai kesiapan fasilitas kampus dalam mendukung proses pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Pada akhir kegiatan, tim asesor menyampaikan umpan balik dan rekomendasi kepada pihak universitas. Rekomendasi tersebut diharapkan dapat diterjemahkan menjadi program peningkatan mutu yang memiliki sasaran dan indikator terukur.
Bagi Universitas LIA, evaluasi eksternal ini menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola institusi sekaligus memastikan penyelenggaraan pendidikan tetap relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, bahasa, bisnis, dan kebutuhan industri.
Meski asesmen lapangan telah selesai dilaksanakan, hasil akhir akreditasi belum dicantumkan dalam informasi yang tersedia.


Tinggalkan Balasan