hainews.co.id, KENDAL ~ Mahasiswa KKN-T Protomulyo Universitas Alma Ata Yogyakarta 2026 berkolaborasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kendal memberikan edukasi pencegahan penyalahgunaan narkoba kepada pelajar SMK Negeri 4 Kendal, Rabu, 16 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di SMK Negeri 4 Kendal, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman remaja mengenai bahaya narkotika dan pentingnya berani menolak penyalahgunaannya. Sosialisasi dikemas secara edukatif dan interaktif agar pesan pencegahan dapat diterima lebih mudah oleh kalangan pelajar.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Be Your Best, Jadilah Generasi Tanpa Narkoba, Raih Masa Depan Gemilang”. Program ini menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa KKN-T Protomulyo dalam memberikan edukasi kepada generasi muda dengan pendampingan dosen pembimbing lapangan Hairiyah, S.Pd.I., M.S.I.
SMK Negeri 4 Kendal yang menjadi lokasi kegiatan merupakan satuan pendidikan menengah kejuruan di Jalan Raya Soekarno-Hatta, Kecamatan Brangsong. Sekolah tersebut memiliki visi mencetak lulusan yang unggul, berkarakter, berjiwa wirausaha, berdaya saing global, dan berwawasan lingkungan.
Edukasi Pencegahan Narkoba Dimulai dari Sekolah
Sosialisasi difokuskan pada peningkatan pemahaman pelajar mengenai narkotika serta berbagai risiko yang dapat muncul akibat penyalahgunaannya. Para siswa juga mendapat penjelasan bahwa dampak narkoba tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi dapat memengaruhi pendidikan, hubungan sosial, produktivitas, hingga masa depan.
Edukasi kepada remaja dinilai penting karena masa remaja menjadi fase ketika seseorang mulai membangun identitas diri, memperluas lingkungan pergaulan, serta menghadapi berbagai pengaruh dari lingkungan sekitarnya.
Melalui pemahaman sejak dini, pelajar diharapkan mampu mengenali berbagai risiko penyalahgunaan narkoba sekaligus mengambil keputusan yang tepat ketika menghadapi ajakan atau situasi yang dapat merugikan dirinya.
BNN juga terus mendorong pencegahan penyalahgunaan narkotika melalui lingkungan pendidikan. Dalam edukasi kepada pelajar, pemahaman mengenai narkotika, bahaya penyalahgunaan, serta risiko adiksi menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan remaja melindungi dirinya.
Upaya tersebut turut diperkuat melalui Gerakan ANANDA BERSINAR atau Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkotika yang diluncurkan BNN pada 2026. Gerakan itu menempatkan anak sebagai bagian penting dalam pencegahan penyalahgunaan narkotika dengan melibatkan keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan.
KKN-T Protomulyo Gandeng BNN Kendal
Kolaborasi KKN-T Protomulyo Universitas Alma Ata Yogyakarta dengan BNN Kabupaten Kendal menjadi bagian dari upaya menghadirkan edukasi pencegahan narkoba secara langsung di lingkungan sekolah.
Mahasiswa KKN-T tidak hanya menjalankan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga mengambil peran dalam menyampaikan informasi yang bermanfaat bagi pelajar. Sementara itu, keterlibatan BNN Kendal memberikan penguatan pada aspek edukasi pencegahan penyalahgunaan narkotika.
Kegiatan berlangsung dengan pendekatan edukatif dan interaktif. Para siswa mengikuti penyampaian materi mengenai bahaya narkoba serta pentingnya menjaga diri dari berbagai bentuk penyalahgunaan narkotika.
Materi dikemas menyesuaikan karakteristik remaja sehingga pesan pencegahan dapat dipahami dengan lebih mudah. Interaksi antara pemateri dan peserta juga menjadi bagian dari kegiatan untuk mendorong siswa memahami persoalan narkoba secara lebih terbuka.
Para siswa mengikuti rangkaian sosialisasi dan memperhatikan materi yang disampaikan. Pendekatan tersebut diharapkan tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga membangun kesadaran mengenai pentingnya menjaga diri dari narkoba.
“Be Your Best” Dorong Pelajar Berani Bilang Tidak pada Narkoba
Pesan “Be Your Best, Jadilah Generasi Tanpa Narkoba, Raih Masa Depan Gemilang” menjadi inti dari kegiatan sosialisasi.
Melalui pesan tersebut, pelajar diajak mengenali dan mengembangkan potensi diri melalui aktivitas yang positif sehingga tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.
Menjadi generasi tanpa narkoba tidak hanya dimaknai sebagai tindakan menghindari narkotika. Pelajar juga didorong membangun pola pergaulan sehat, meningkatkan prestasi, mengembangkan keterampilan, serta mempunyai keberanian mengatakan tidak terhadap ajakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Pesan tersebut menjadi penting bagi pelajar sekolah menengah kejuruan yang sedang mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan, memasuki dunia kerja, maupun mengembangkan kemampuan kewirausahaan.
Lingkungan yang sehat dan bebas dari penyalahgunaan narkoba diharapkan dapat membantu siswa berkonsentrasi mengembangkan kemampuan akademik, keterampilan, kreativitas, serta karakter.
Hal itu sejalan dengan pengembangan karakter peserta didik di SMK Negeri 4 Kendal yang turut mendorong siswa menjadi pribadi adaptif, kreatif, mandiri, dan inovatif sebagai bekal menghadapi peluang pendidikan maupun dunia kerja.
Pencegahan Narkoba Dimulai dari Diri Sendiri
Dalam kegiatan tersebut, siswa juga diajak memahami bahwa pencegahan penyalahgunaan narkoba dapat dimulai dari diri sendiri.
Kemampuan memilih lingkungan pergaulan, menghindari ajakan berisiko, dan mengisi waktu dengan aktivitas produktif menjadi langkah yang dapat dilakukan remaja dalam menjaga diri.
Komunikasi dengan keluarga, guru, serta lingkungan yang dipercaya juga menjadi bagian penting ketika remaja menghadapi persoalan atau tekanan dalam kehidupannya.
Dukungan lingkungan diharapkan membuat remaja tidak menghadapi persoalan seorang diri serta memperoleh arahan yang tepat ketika menghadapi situasi sulit.
Pencegahan penyalahgunaan narkoba juga memerlukan keterlibatan berbagai pihak. Sekolah, keluarga, masyarakat, pemerintah, lembaga terkait, hingga generasi muda mempunyai peran masing-masing dalam membangun lingkungan yang dapat melindungi remaja dari narkoba.
BNN pada 2026 turut menegaskan bahwa perlindungan anak dari ancaman penyalahgunaan narkotika memerlukan kolaborasi antara pemerintah, keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan.
KKN-T Protomulyo Dorong Generasi Muda Produktif
Bagi KKN-T Protomulyo Universitas Alma Ata Yogyakarta 2026, sosialisasi bahaya narkoba menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa melalui kegiatan pengabdian yang menyasar langsung generasi muda.
Mahasiswa berupaya mengambil peran sebagai penggerak edukasi dengan menyampaikan pesan-pesan positif kepada pelajar. Kolaborasi bersama BNN Kendal sekaligus menjadi bentuk sinergi perguruan tinggi dengan lembaga pemerintah dalam mendukung pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan pendidikan.
Pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti setelah sosialisasi selesai. Para siswa diharapkan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari menentukan lingkungan pergaulan, memilih aktivitas positif, hingga mengambil keputusan yang mendukung masa depan.
Pesan “Be Your Best” juga diarahkan agar pelajar terus mengembangkan potensi diri melalui prestasi, keterampilan, kreativitas, dan pembentukan karakter positif.
Kolaborasi KKN-T Protomulyo Universitas Alma Ata Yogyakarta 2026, BNN Kabupaten Kendal, dan SMK Negeri 4 Kendal tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan meningkatkan kesadaran generasi muda mengenai bahaya narkoba.
“Be Your Best, Jadilah Generasi Tanpa Narkoba, Raih Masa Depan Gemilang.”
Pesan itu menekankan bahwa menjadi generasi bebas narkoba bukan sekadar menjauhi sesuatu yang berbahaya, tetapi juga memilih menjadi pribadi yang produktif, berprestasi, berkarakter, dan mampu mempersiapkan diri untuk meraih masa depan.


Tinggalkan Balasan