Pemerintah meminta pelaku kuliner di Aceh untuk memperkuat narasi atau storytelling pada setiap produk yang dijual. Langkah ini dinilai efektif untuk mengubah persepsi wisatawan, sehingga mereka tidak hanya menikmati makanan dari sisi rasa, tetapi juga memahami nilai sejarah yang membuat kuliner tersebut tetap terjaga hingga saat ini.
Integrasi dalam Pariwisata Berkualitas
Pengembangan gastronomi kini menjadi salah satu pilar utama Kementerian Pariwisata dalam mendorong pariwisata berkualitas, bersanding dengan wisata bahari dan wisata kebugaran. Dalam kunjungannya ke stan-stan pameran, Wamenpar menemukan berbagai inovasi, termasuk penggunaan bahan lokal seperti ikan endemik dari Aceh Tamiang yang menunjukkan potensi besar daerah tersebut.
Festival ini diharapkan tidak berhenti sebagai tontonan semata, melainkan menjadi penggerak ekonomi yang berkelanjutan. Dengan integrasi ke dalam program Wonderful Indonesia Gastronomy, Aceh Culinary Festival diharapkan mampu membuka penguatan usaha dan menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat Aceh secara luas.


Tinggalkan Balasan