hainews.co.id – Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap aktivitas penerbangan dan sektor pariwisata di Jawa Barat (Jabar). Pengalihan sejumlah jadwal penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta ke Jawa Barat turut mendorong lonjakan jumlah penumpang pesawat, khususnya penerbangan internasional sepanjang September 2026.

Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat jumlah penumpang penerbangan internasional di wilayah tersebut melonjak 92,02 persen secara bulanan atau month-to-month (m-to-m).

Kepala BPS Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, mengatakan peningkatan aktivitas penerbangan paling terlihat di Bandara Internasional Kertajati, Kabupaten Majalengka.

“Utamanya terjadi lonjakan drastis di Bandara Kertajati yang tak hanya reguler Singapura, tapi karena ada rute yang terpaksa dipindahkan dari Bandara Soekarno-Hatta imbas gangguan erupsi Gunung Anak Krakatau,” kata Ari saat dikonfirmasi di Bandung, Senin.

Menurut Ari, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang masuk melalui Bandara Kertajati pada September 2026 mencapai 305 kunjungan.

Wisatawan asal Singapura mendominasi kedatangan tersebut dengan pangsa mencapai 52,79 persen.

Selain melalui jalur udara, mobilitas warga negara asing (WNA) melalui layanan kereta cepat Whoosh juga menunjukkan angka signifikan. Secara kumulatif sejak Januari hingga September 2026, jumlah kedatangan WNA melalui layanan tersebut mencapai 144.746 kunjungan.

Di tengah perubahan aktivitas transportasi, sektor pariwisata domestik Jawa Barat juga menunjukkan pertumbuhan positif.

BPS mencatat total perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) dengan tujuan Jawa Barat hingga September 2026 mencapai 166,23 juta perjalanan. Jumlah tersebut tumbuh 4,86 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi (Bodebek) serta Bandung Raya masih menjadi destinasi favorit wisatawan.

Kedua kawasan tersebut menyerap hingga 52,56 persen dari total perjalanan wisatawan nusantara ke Jawa Barat.

Besarnya kontribusi Bodebek dan Bandung Raya menunjukkan bahwa kawasan metropolitan serta destinasi wisata di sekitar Bandung masih menjadi magnet utama perjalanan masyarakat.

Lonjakan aktivitas juga terjadi pada sektor penerbangan domestik. BPS Jabar mencatat jumlah penumpang penerbangan domestik pada September 2026 mencapai 18.093 orang.

Angka tersebut meningkat 63,22 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Ari menjelaskan, kenaikan tersebut terutama didorong oleh normalisasi dan kembali dibukanya berbagai rute penerbangan komersial domestik dari Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung.

Bandara Husein Sastranegara tercatat melayani sebanyak 17.829 penumpang selama September 2026.

Kembali beroperasinya sejumlah rute penerbangan tersebut turut meningkatkan mobilitas masyarakat melalui transportasi udara di Jawa Barat.

Sementara itu, peningkatan penumpang penerbangan internasional hingga 92,02 persen tidak hanya berasal dari rute reguler Singapura melalui Bandara Kertajati.

Ari menjelaskan, lonjakan tersebut juga dipengaruhi pengalihan jadwal penerbangan jemaah umrah yang sebelumnya dilayani melalui Bandara Soekarno-Hatta.

Pengalihan dilakukan akibat gangguan aktivitas penerbangan menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau.

Kondisi tersebut membuat Bandara Kertajati dan sejumlah fasilitas transportasi udara di Jawa Barat mengalami peningkatan aktivitas selama September 2026.

Secara keseluruhan, data BPS memperlihatkan sektor pariwisata dan transportasi Jawa Barat mengalami pertumbuhan di tengah perubahan pola perjalanan dan operasional penerbangan.

Selain didorong meningkatnya perjalanan wisatawan nusantara, aktivitas transportasi juga dipengaruhi pembukaan kembali rute domestik serta pengalihan sejumlah penerbangan internasional.