hainews.co.id – Pemerintah Kabupaten Nabire, Papua Tengah, terus mendorong peningkatan keterampilan dan kemandirian ekonomi perempuan asli Papua melalui program otonomi khusus (Otsus) tahun anggaran 2026. Salah satu upaya yang dilakukan yakni menggelar pelatihan tata boga bagi 58 perempuan asli Papua.

Pelatihan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi peserta untuk mengembangkan usaha kuliner secara mandiri, sekaligus membuka peluang mendapatkan penghasilan tambahan bagi keluarga.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Nabire, Marselinus Rae, mengatakan pelatihan tata boga memberikan kesempatan kepada perempuan Papua untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah bahan pangan menjadi produk yang memiliki nilai jual.

“Sebanyak 58 perempuan Papua kita libatkan dalam pelatihan tata boga ini. Mereka mengikuti kegiatan tersebut selama enam hari kerja dengan harapan mampu mengembangkan usaha kuliner secara mandiri,” ujar Marselinus di Nabire, Senin.

Menurutnya, keterampilan yang diperoleh peserta diharapkan tidak berhenti sebatas pengetahuan selama pelatihan. Para peserta didorong untuk langsung mempraktikkannya dengan merintis usaha produktif.

“Kami ingin ibu-ibu bisa mengolah bahan mentah menjadi bahan jadi, lalu menjualnya dan memperoleh uang. Harapan kami, pelatihan ini tidak berakhir begitu saja, tetapi berlanjut untuk meningkatkan ekonomi keluarga,” katanya.

Marselinus menjelaskan, peserta pelatihan telah melalui proses pendataan dan seleksi selama hampir tiga bulan. Dari proses tersebut, sebanyak 58 perempuan terpilih mengikuti program pelatihan tata boga tahun 2026.

Sebelumnya, Disnakertrans Nabire juga pernah menyelenggarakan kegiatan serupa dengan melibatkan 60 peserta.

Ia mendorong seluruh peserta memanfaatkan keterampilan dan peralatan kerja yang diberikan untuk mulai merintis usaha, terutama di bidang pembuatan kue dan produk makanan lainnya.

Produk yang dihasilkan nantinya diharapkan dapat dipasarkan kepada masyarakat umum maupun lingkungan perkantoran di Kabupaten Nabire.

Pemkab Dorong Perempuan Papua Jadi Pengusaha Mandiri

Sementara itu, Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Nabire, Benoni Ayorbaba, mengatakan keterampilan tata boga memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi sumber penghasilan keluarga.

Menurutnya, peserta dapat memanfaatkan kemampuan yang diperoleh untuk membuka berbagai jenis usaha, mulai dari pembuatan kue, makanan siap saji, jasa katering, hingga produk kuliner lainnya.

Benoni juga berharap Disnakertrans Kabupaten Nabire terus mengembangkan program pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha, khususnya untuk meningkatkan kapasitas orang asli Papua (OAP).

Ia menegaskan, program Otsus harus dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat keterampilan, produktivitas, dan kemandirian ekonomi masyarakat asli Papua.

Dengan kemauan, kedisiplinan, dan kerja keras, para peserta diharapkan mampu mengubah keterampilan yang diperoleh menjadi peluang usaha yang berkelanjutan.

Melalui program tersebut, Pemerintah Kabupaten Nabire berharap semakin banyak perempuan asli Papua yang mampu membangun usaha sendiri, meningkatkan pendapatan, serta memperbaiki kesejahteraan keluarga.

Pelatihan tata boga ini juga diharapkan menjadi salah satu langkah nyata dalam mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan dan memperkuat peran masyarakat asli Papua dalam kegiatan ekonomi daerah.