hainews.co.id – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI secara serentak memperkuat fundamental bisnis mereka di Indonesia pada akhir Juli 2026. Langkah strategis ini dilakukan untuk memastikan operasional perusahaan berjalan selaras dengan agenda transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta penciptaan nilai jangka panjang dalam ekosistem Danantara Indonesia.

Penguatan ini menjadi krusial karena Danantara memiliki mandat untuk mengelola dan mengoptimalkan investasi pemerintah serta aset BUMN guna mendukung program strategis nasional, industrialisasi, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Bagi nasabah dan investor, langkah ini menandai upaya perbankan pelat merah dalam meningkatkan efisiensi, daya saing, dan relevansi layanan di tengah dinamika industri keuangan.

Ringkasan cepat

  • BNI memperkuat permodalan melalui penerbitan instrumen Additional Tier 1 senilai 700 juta dolar AS.
  • BRI mengakselerasi transformasi BRIvolution Reignite untuk memperluas pembiayaan produktif dan ekonomi kerakyatan.
  • Kedua bank fokus pada penguatan tata kelola, manajemen risiko, dan pemanfaatan teknologi digital.

Penguatan Modal dan Efisiensi BNI

BNI mengambil langkah konkret dengan memperkuat tata kelola perusahaan, manajemen risiko, efektivitas pengendalian internal, serta kapabilitas digital. Salah satu realisasi nyata dari penguatan fundamental bisnis tersebut adalah penerbitan instrumen Additional Tier 1 atau AT1 senilai 700 juta dolar AS di pasar internasional.

Selain permodalan, BNI melanjutkan transformasi organisasi melalui penyempurnaan proses bisnis dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Langkah ini diarahkan untuk meningkatkan efisiensi serta menghadirkan layanan yang semakin relevan dengan kebutuhan nasabah di masa depan.

Transformasi BRIvolution Reignite

Di sisi lain, BRI terus mengakselerasi transformasi BRIvolution Reignite sebagai fondasi untuk memperkuat daya saing perseroan. Kerangka transformasi ini dirancang agar BRI mampu tumbuh semakin sehat, efisien, dan berdaya saing, sekaligus tetap konsisten menjalankan perannya sebagai bank yang berpihak pada ekonomi kerakyatan.

Implementasi transformasi tersebut tercermin pada kinerja perseroan hingga Triwulan I 2026, di mana total aset BRI Group tumbuh 7,2 persen secara tahunan menjadi Rp2.250 triliun. Sementara itu, kredit dan pembiayaan meningkat 13,7 persen menjadi Rp1.562 triliun, yang menunjukkan keberhasilan dalam memperkuat penyaluran kredit mikro sebagai bisnis inti.