hainews.co.id – Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, membantah tudingan yang beredar di media sosial mengenai putrinya, Risya Azzahra Natakusumah, yang disebut menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membiayai hobi menonton konser musik Korea Selatan.
Klarifikasi tersebut disampaikan Dimyati kepada awak media usai melaksanakan Salat Jumat di Masjid Raya Al Bantani, Kota Serang, Jumat (31/7/2026). Menurutnya, tuduhan yang beredar tidak memiliki dasar yang jelas dan tidak disertai bukti mengenai penggunaan anggaran negara.
Dimyati mempertanyakan dasar tudingan yang menyebut putrinya menggunakan APBD maupun APBN. Ia menilai informasi tersebut hanya berupa klaim yang tidak menjelaskan pos anggaran mana yang diduga digunakan.
Ia menegaskan bahwa anak-anaknya telah hidup mandiri dan memiliki penghasilan sendiri. Karena itu, menurutnya, tidak ada alasan bagi mereka untuk menggunakan uang negara guna membiayai kebutuhan pribadi, termasuk menghadiri konser musik.
“Anak saya sudah bekerja dan memiliki penghasilan sendiri,” tegas Dimyati saat memberikan klarifikasi.
Isu mengenai Risya Azzahra Natakusumah sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial setelah sebuah unggahan di platform X dari akun @bismillahyuk_ menampilkan foto Risya saat menghadiri konser dan berfoto bersama seorang idol K-Pop. Unggahan tersebut disertai klaim bahwa biaya perjalanan dan aktivitas tersebut berasal dari APBN dengan nilai mencapai puluhan juta rupiah.
Unggahan itu kemudian menjadi viral dan memicu berbagai tanggapan dari warganet. Namun, hingga kini belum ada bukti yang menunjukkan adanya penyalahgunaan anggaran negara sebagaimana yang dituduhkan dalam unggahan tersebut.
Dimyati berharap klarifikasi yang disampaikannya dapat meluruskan informasi yang beredar di tengah masyarakat. Ia juga mengimbau publik agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, terutama jika tidak disertai bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
Kasus ini kembali menjadi perhatian publik terkait sorotan terhadap gaya hidup keluarga pejabat. Di sisi lain, tuduhan mengenai penyalahgunaan anggaran negara tetap memerlukan pembuktian yang jelas dan tidak dapat disimpulkan hanya berdasarkan unggahan di media sosial.


Tinggalkan Balasan